Jakarta () – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan keputusan soal kelanjutan pemusatan latihan daerah (pelatda) menuju PON Papua menjadi kewenangan pemerintah daerah dan Satgas COVID-19 di wilayah masing-masing.

Pernyataan itu disampaikan Zainudin menanggapi pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa-Bali pada 3-20 Juli yang berimbas pada pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pelatnas maupun pelatda.

“Kalau pelatda itu akan dikoordinasikan oleh pemerintah daerah dan Satgas di wilayah masing-masing. Kami tidak masuk sampai ke sana karena itu sudah ada wilayahnya. Ada pimpinan provinsi, Satgas COVID-19, TNI-Polri tentu mereka yang akan melihat kondisinya seperti apa,” kata Zainudin dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis.

Namun menurut Zainudin, kegiatan pelatnas maupun pelatda semestinya tak menjadi masalah untuk tetap dilaksanakan di tengah pemberlakuan PPKM Darurat, mengingat latihan digelar dengan sistem bubble di satu lokasi yang bisa mencegah risiko penularan virus.

Sementara itu, para atlet dan cabang olahraga yang akan mengikuti Olimpiade Tokyo pada 23 Juli nanti dipastikan akan tetap menjalani pelatnas seperti biasanya meski ada penerapan PPKM Darurat.

Namun dia mengingatkan agar latihan dilakukan dengan protokol kesehatan yang jauh lebih ketat serta dengan pembatasan pergerakan atlet yang mobilitasnya hanya diperbolehkan dari dan ke tempat penginapan dan lokasi latihan saja.

Baca juga: Atlet PON Sultra jalani vaksin COVID-19
Baca juga: Gubernur Sulsel siapkan kejutan bagi atlet peraih emas PON XX Papua

Sementara itu terkait kegiatan selain pelatnas dan pelatda, Zainudin meminta agar seluruh kegiatan olahraga yang berpotensi menimbulkan kerumuman dihentikan sementara.

Kompetisi sepak bola, misalnya, PSSI dan PT LIB sudah lebih dulu menunda rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang direncanakan digelar Juli ini.

"Semua ini dilakukan karena yang pasti kita akan dukung upaya-upaya pemerintah untuk segera menuntaskan pandemi ini dan tentu keselamatan dan kesehatan masyarakat itu yang kita lebih utamakan," pungkas dia.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © 2021