Para-badminton bisa mendapatkan medali emas

Jakarta () – Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo 2020 Andi Herman memastikan kontingen yang dipimpinnya tetap bersemangat menjalani sisa pertandingan ajang olahraga disabilitas empat tahunan itu.

"Upaya yang kami lakukan, yakni tetap konsisten menjaga semangat para atlet," kata Andi, saat konferensi pers virtual, Selasa.

Apalagi, diakuinya, beberapa hari ini atlet-atlet yang tampil di Paralimpiade belum bisa menyumbangkan medali di nomor yang diikutinya.

Empat atlet yang bertanding pada Selasa ini, yakni Syuci Indriani di para-renang, Setyo Budi Hartanto dan Putri Aulia di para-atletik, dan David Jacobs/Komet Akbar juga belum bisa membawa pulang medali.

Perolehan medali Indonesia masih belum beranjak dari tiga medali, yakni satu perak dan dua medali perunggu.

Medali perak diraih Ni Nengah Widiasih dari nomor angkat berat, sedangkan perunggu diraih oleh Sapto Yogo Purnomo di nomor lari 100 meter T37 dan para-tenis meja melalui David Jacobs.

Namun, Andi yakin pada hari-hari pertandingan ke depan akan bisa merebut medali, terutama dari cabang para-bulu tangkis yang ditargetkan bisa menggondol medali emas.

"Tim para-bulu tangkis punya harapan besar. Para-badminton bisa mendapatkan medali emas," ujarnya optimistis.

Baca juga: Jadwal Indonesia 1 September: Para-badminton debut di Paralimpiade

Selain menjaga semangat, Andi memastikan kondisi fisik para atlet juga terus dijaga dengan asupan vitamin dan latihan olahraga.

Untuk evaluasi, kata dia, tim pelatih tentu selalu melakukan evaluasi, termasuk memberikan pandangan dan kalkulasi kekuatan lawan setiap pertandingan.

Tujuannya, kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat pertandingan tersebut menjadi pembelajaran bagi penampilan di hari-hari berikutnya.

"Yang jelas, semangat atlet tetap tinggi. Itu yang memang selalu kami tanamkan kepada mereka," pungkasnya.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 59 klasemen medali Paralimpiade Tokyo 2020 dengan perolehan satu perak dan dua perunggu, persis di bawah Argentina.

Baca juga: Besok, kesempatan kedua Jaenal Aripin di Paralimpiade Tokyo
Baca juga: (Round up) Indonesia tanpa tambahan medali di Paralimpiade Tokyo

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © 2021