Dokter Sebut Efektivitas Vaksin Covid-19 Berkurang pada Pasien Autoimun

Efektivitas vaksin Covid-19 pada pasien autoimun dan orang sehat bisa berbeda. Dikatakan dokter spesialis penyakit dalam konsultas reumatologi dr. Sandra Shintya Langow, Sp.PD-KR, pada pasien autoimun, pembentukan antibodi akan lebih sedikit akibat dari penggunaan obat autoimun.

“Penggunaan obat imunosupresan pada pasien autoimun diduga mengurangi kemampuan tubuh membentuk antibodi sesudah divaksin,” kata dokter Sandra berbicara dalam webinar ‘Odamun Bisa Vaksin Covid-19’, Minggu (4/3/2021).

Bukan lantaran faktor efek samping yang muncul setelah vaksinasi, lanjutnya, dokter Sandra mengatakan belum ada vaksin Covid-19 khusus untuk orang dengan autoimun (Odamun), sehingga vaksin yang tersedia saat ini relatif untuk orang dengan kondisi kesehatan normal.

“Jadi sebenarnya isu yang paling utama bukan masalah bahwa dia menimbulkan efek samping. Jadi kalau pada orang normal mampu membentuk antibodi yang lebih banyak dan antibodi lebih efektif, tapi pada orang dengan autoimun tidak sebaik responnya dibandingkan dengan orang normal,” ucapnya.

Baca Juga:
Kepala Dinas Kesehatan DKI Ungkap 48 Persen Lansia Belum Divaksin Covid-19

Meski begitu, pemberian vaksin Covid-19 tetap dianjurkan kepada Odamun selama kondisi kesehatannya stabil. Meski efektivitasnya optimal, para ahli telah menyatakan bahwa manfaat vaksinasi Covid-19 tetap lebih bersar daripada risiko terpapar virus Corona SARS Cov-2 tersebut.

Dokter Sandra juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang telah digunakan saat ini kebanyakan menggunakan metode yang sama dengan vaksin yang telah lama dipakai, yakni dengan menonaktifkan virus atau juga mematikan virus seperti pembuatan Sinovac.

“Dianggap vaksinasi ini justru lebih bermanfaat daripada efek sampingnya. Sehingga ada beberapa vaksin yang dianjurkan tapi tidak boleh untuk vaksin hidup. Dan vaksin yang dianjurkan dianggap aman. Jadi, kalau pun ada efek samping itu sangat minimal,” ucapnya.