Jakarta () – Tim nasional bridge Indonesia akan mewakili Zona VI Asia Pasific dalam Kejuaraan Dunia Bridge Beregu 2021 yang akan diadakan di Salsomagiore Terme, Italia pada 27 Maret hingga 9 April 2022.

Dalam turnamen Zone VI Asia Pasific Bridge Federation “Internet Selection Trials 2022” yang berlangsung secara daring melalui platform love bridge di Jakarta, 22-28 Desember lalu, tim bridge beregu campuran Indonesia lolos ke Kejuaraan Dunia edisi ke-45 itu usai keluar sebagai juara, mengalahkan China dan Taiwan yang masih-masing finis di posisi kedua dan ketiga.

Berdasarkan keterangan resmi dari Gabungan Asosisasi Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) di Jakarta, Rabu, tim Indonesia yang diperkuat Lusje O Bojoh/Taufik G Asbi dan Joice Tuej/Robert Tobing dan Kristina Wahyu Murniati/Noldy George itu finis di posisi pertama dengan mengumpulkan 174,18 poin, selisih sangat tipis dengan China yang meraih 173,76 poin.

Hasil serupa juga diraih tim bridge putri Indonesia yang menjadi juara dengan keunggulan yang cukup jauh dari dua tim kuat lainnya dari Asia, yakni China dan Taiwan.

Merah Putih mengumpulkan 180,82 poin, sedangkan Taiwan 172,94 poin, dan China 165,29 poin.

“Ini prestasi terbaik yang dicapai Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini karena selama ini bicara tim putri China terlalu superior,” demikian pernyataan PB GABSI.

Sayangnya, keberhasilan tim campuran dan putri itu tidak diikuti dua tim lainnya.

Tim nasional senior yang diperkuat Bambang Hartono/M Apin Nurhalim, Rustam Effendy/Giovani Watulingas dan Tanudjan Sugiarto/Bert Toar Polii hanya mampu finis di posisi keempat, di bawah China, Jepang, dan Taiwan.

Sementara untuk bisa lolos ke Kejuaraan Dunia Bridge, suatu negara harus finis di posisi tiga besar.

Demikian juga dengan tim putra yang finis di urutan kedelapan, yang menjadi prestasi terburuk di ajang Asia Pasific Bridge Federation.

Kejuaraan Dunia Bridge Campuran sedianya digelar pada 2021, namun diundur ke 2022 karena pandemi COVID-19.

Baca juga: Indonesia dan Singapura berbagi medali emas di SEABF Kuala Lumpur

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © 2021