Ini Deretan Desainer yang Usung Kain Tradisional di Panggung ISEF 2020

Ini Deretan Desainer yang Usung Kain Tradisional di Panggung ISEF 2020

Indonesia Modest Fashion Sharia Economic Festival atau ISEF 2020 resmi dibuka pada Rabu (28/10/2020). Deretan desainer memamerkan karya terbaru mereka di panggung ISEF 2020 yang digelar secara virtual. Mengangkat tema “Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle”, Modest Fashion ISEF 2020 mengajak para partisipan, baik produsen maupun konsumen, untuk semakin peduli dalam menjalani gaya hidup berkelanjutan dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat, keselarasan lingkungan, dan kesejahteraan bersama.

“Konsep sustainable fashion bukan sebatas produk fesyen, namun terkait dengan sustainable lifestyle, yaitu gaya hidup berkelanjutan yang mengacu pada tiga prinsip dasar sustainable: sosial, ekonomi, dan lingkungan,” jelas Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber.

Selain itu, koleksi yang ditampilkan juga mengaplikasikan Trend Forecasting 2021/2022 dengan tema “The New Beginning” tentang perubahan pola hidup menghadapi era baru. Masing-masing desainer yang tampil pada hari pertama ini berkolaborasi dengan Bank Indonesia, mengusung kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Vivi Zubedi ISEF 2020. (Instagram/@vivizubedi)
Vivi Zubedi ISEF 2020. (Instagram/@vivizubedi)

Di antaranya ialah Vivi Zubedi yang menampilkan batik dari Jawa Barat, Deden Siswanto yang mengusung tenun Sulawesi Selatan, Itang Yunasz dengan keindahan batik Jambi, Lisa Fitria X Accessories PALA Nusantara by Ilham Pinastiko dengan ulos Sibolga, hingga Dibya dengan kain endek Bali.

Baca Juga:
Desainer Bikin Konsep Baru Harley-Davidson Listrik bagi Generasi Muda

“Saya menampilkan batik Jambi yang mirip dengan motif patola dari India. Dengan warna tradisional merah hitam, saya angkat menjadi koleksi yang bertema ‘Melting Tone’ dengan siluet-siluet oversized,” jelas Itang Yunasz dalam konferensi pers sebelum fashion show dimulai.

Sementara Deden Siswanto mengungkap jika koleksi kali ini merupakan tantangan baru untuknya karena ini adalah kali pertama dirinya mengangkat warna-warna lembut yang di luar garis desainnya.

“Terinspirasi dari pakaian outdoor, ada jaket-jaket bisa dipakai untuk cuaca yang kurang bersahabat. Sebuah pakaian biasanya perlu sebuah kombinasi agar semakin bagus. Tapi kali ini, koleksi saya total tanpa campuran bahan lain dengan siluet oversized,” ungkap Deden dalam kesempatan yang sama.

Sementara Vivi Zubedi turut mengangkat batik Jawa Barat dengan vibrant yang colorful, yang juga sebenarnya sedikit keluar dari jalur sang desainer. Sebagai sebuah tantangan baru, Vivi membuat koleksi bertema “The Art of Layering Sundanese Batik” ini dengan styling tumpuk.

Modest Wear ISEF merupakan event tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. ISEF yang diselenggarakan ketujuh kalinya pada tahun ini, untuk pertama kalinya hadir dengan konsep virtual platform. Selama empat hari penyelenggaraannya, Modest Fashion ISEF 2020 akan menghadirkan 12 sesi virtual fashion show, 164 desainer/brand, 720 look, dan 180 model.

Baca Juga:
Pakai Lagu Berisi Hadis, Fashion Show Lingerie Rihanna Panen Kecaman