Lagi Viral, Ini 6 Alasan Ghosting Lebih Menyakitkan Dibanding Putus Cinta

Kabar tak sedap tengah menimpa putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, terkait masalah asmaranya dengan Felicia Tissue.

Kaesang disebut telah melakukan ghosting kepada Felicia, serta memiliki kekasih baru bernama Nadya Arifta.

Di media sosial Twitter, istilah ghosting pun sempat menjadi trending topic pada Minggu (7/3/2021) kemarin. Ghosting merujuk pada fenomena meninggalkan pasangan tanpa penjelasan.

Lantaran menghilang secara tiba-tiba, ghosting bisa terasa lebih menyakitkan dibanding putus cinta.

Baca Juga:
Ade Armando Nasihati Felicia Di-ghosting Kaesang: Nangis 3 Hari Aja

Melansir Your Tango, inilah 6 alasan mengapa ghosting bisa terasa lebih menyakitkan dibanding putus cinta biasa.

1. Ghosting membuat seseorang takut diabaikan

Tidak ada seorang pun yang suka ditinggalkan, terlebih tanpa penjelasan.

Bagi beberapa orang, ghosting dapat membuat mereka teringat akan kenangan buruk atau trauma di masa lalu.

Selain itu, wajar jika seseorang merasa lebih sakit hati jika ditinggalkan mendadak tanpa sebab yang jelas.

Baca Juga:
VIdeo Kakak Felicia Sebut Adiknya Tersiksa, Minta Kaesang Lakukan Ini

2. Ghosting membuat seseorang takut tidak bisa menjalin hubungan baru

Jika kamu sudah merasa cocok dengan seseorang, ghosting akan terasa lebih menyakitkan. Terlebih, kamu percaya jika si dia adalah pasangan hidup yang tepat.

Akibatnya, seseorang bisa merasa kehilangan harapan untuk menemukan pasangan baru. Kamu juga takut jika nanti kembali menjadi korban ghosting.

Ilustrasi perempuan. (Unsplash/Anthony Tran)
Ilustrasi jadi korban ghosting. (Unsplash/Anthony Tran)

3. Ghosting lebih sulit dihadapi oleh seseorang yang kurang percaya diri

Seseorang yang punya rasa percaya diri rendah cenderung akan menyalahkan diri sendiri saat menjadi korban ghosting.

Akibatnya, kamu akan berusaha mencari-cari alasan mengapa si dia melakukan ghosting. Tidak hanya itu, kamu jadi lebih susah move on.

4. Yakin bisa memperbaiki kesalahan yang ada

Alasan lainnya, kamu merasa yakin bisa memperbaiki kesalahan yang ada di antara kalian.

Kamu akan mencoba untuk menghubunginya dan menyelesaikan masalah yang ada. Namun, pasangan tetap tidak memberikan jawaban karena terlanjur menghilang.

Semakin kamu mencoba untuk memperbaiki kesalahan, besar kemungkinan kamu jadi susah move on.

Ilustrasi perempuan memakai telepon genggam. (Shutterstock)
Ilustrasi jadi korban ghosting (Shutterstock)

5. Ghosting membuatmu ingin mendapatkan penjelasan pasti

Beda dengan putus cinta, kamu akan ditinggalkan tanpa alasan saat menjadi korban ghosting.

Seseorang yang menjadi korban ghosting akan berusaha untuk mencari tahu alasan mereka ditinggalkan.

Meski begitu, ada kalanya kamu lebih baik tidak tahu alasan si dia melakukan ghosting agar sakit hati tidak bertambah parah.

6. Kamu merasa telah mengabaikan tanda-tanda ghosting

Mungkin, selama ini si dia sudah menunjukkan tanda-tanda akan ghosting. Namun, kamu mengabaikannya karena yakin situasi akan membaik.

Kenyataannya, si dia tetap melakukan ghosting. Meski terlambat, kamu pun sakit hati karena kecurigaanmu ternyata terbukti.