Mau Awet Muda? Konsumsi Mangga Madu Bisa Hilangkan Kerutan Hingga 23 Persen

Mau Awet Muda? Konsumsi Mangga Madu Bisa Hilangkan Kerutan Hingga 23 Persen

Memiliki wajah yang awet muda tanpa kerutan mungkin bisa menjadi dambaan banyak orang. Dalam hal ini mangga khususnya mangga madu disebut bisa mengurang kerutan halus di wajah.

Melansir dari Medicalxpress, mangga pada umumnya kaya akan beta-karoten yang menyediakan antioksidan sehingga dapat menunda kerusakan sel.

Namun sebuah studi baru dari para peneliti di University of California, Davis, menemukan bahwa makan mangga madu dapat mengurangi kerutan wajah pada lansia perempuan dan membuat kulit lebih cerah. Studi tersebut dipublikasikan di jurnal Nutrients.

Perempuan pascamenopause yang makan setengah cangkir mangga madu empat kali seminggu mengalami penurunan keriput sebesar 23 persen setelah dua bulan dan 20 persen lagi setelah empat bulan.

Baca Juga:
Hindari Konsumsi 5 Asupan Ini saat Perut Kosong, Salah Satunya Salad Sayur

“Itu peningkatan signifikan pada kerutan,” kata penulis utama Vivien Fam, seorang mahasiswa doktoral di Departemen Gizi UC Davis.

“Perempuan yang makan satu setengah cangkir mangga untuk periode waktu yang sama mengalami peningkatan kerutan. Ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa mangga mungkin baik untuk kesehatan kulit, namun terlalu banyak mungkin tidak baik,” kata Fam.

Para peneliti mengatakan terlalu banyak makan mangga akan terkait dengan jumlah gula yang lebih tinggi, sehingga tak baik untuk kesehatan.

Ilustrasi mangga dari. (Dok : Kementan)
Ilustrasi mangga. (Dok : Kementan)

“Sistem yang kami gunakan untuk menganalisis kerutan memungkinkan  untuk memvisualisasikan kerutan dan mengukur kerutan,” kata Robert Hackman, profesor di Departemen Nutrisi dan penulis terkait studi tersebut.

Fam mengatakan penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mempelajari mekanisme di balik pengurangan keriput terkait dengan konsumsi mangga.

Baca Juga:
5 Asupan Sehat Ini Jangan Dikonsumsi saat Perut Kosong, Bikin Sakit Perut

Fam mengatakan efek ini mungkin terjadi karena efek menguntungkan dari karotenoid (pigmen tanaman oranye atau merah) dan fitonutrien yang dapat membantu membangun kolagen.