Jakarta () – Medali emas selancar ombak yang diraih Italo Ferreira dalam Olimpiade Tokyo 2020 tak hanya mendorong posisi kontingen Brazil di klasemen medali, tetapi juga menyuntikkan semangat di Brazil.

Dampak paling besar dirasakan oleh Baia Formosa, sebuah kota kecil di pesisir timur laut Brazil tempat Ferreira lahir dan tumbuh besar.

Ferreira menjadi pemenang pertama medali emas Olimpiade selancar ombak yang untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Olimpiade Tokyo.

Ia bertolak dari Jepang dan langsung kembali ke Baia Formosa, di mana pemilik bisnis lokal setempat mengaku ikut kebagian untung karena kota kecil mereka jadi perhatian media, turis dan penggemar selancar ombak yang larut dalam atmosfer kemenangan Ferreira.

"Ini sebuah kesuksesan besar bagi kota ini," kata Cintia Santos, seorang pemilik penginapan di sana, seperti dilansir Reuters, Selasa dini hari WIB.

"Kami terdampak pandemi, kota ini bertahan dari sektor pariwisata dan kami mandeg untuk waktu yang lama. Sekarang semuanya mulai bangkit," ujarnya menambahkan.

Rafael Alves, yang mengelola jasa desain di wilayah itu, menyampaikan hal serupa. Usaha Alves sempat mati suri karena pandemi, tetapi kembali beroperasi karena peningkatan permintaan berkat medali emas Ferreira.

"Permintaan belum juga turun," katanya yang mengaku sudah menjual 300 kaus bersematkan gambar Ferreira.

"Ini telah mendatangkan banyak hal bagi kami dan saya yakin akan lebih lagi," ujar Alves melengkapi.

Baca juga: Cetak sejarah sebagai Olympian transgender, Hubbard tersingkir dini
Baca juga: Rahasia dibalik kesuksesan emas Olimpiade Tokyo Greysia/Apriyani

Brazil merupakan salah satu negara yang terdampak parah akibat pandemi COVID-19, dengan lebih dari 550 ribu korban jiwa dan tak terhitung banyaknya bisnis yang gulung tikar akibat lockdown dan dampak ekonomi.

Dalam perjalananya pulang ke kampung halaman, Ferreira mengaku senang prestasinya bisa menimbulkan dampak yang luas.

"Sungguh luar bisa sebab itu membantu ekonomi kota, dan warga lokal yang banyak bergantung wisata," ujar peselancar berusia 27 tahun itu.

Baca juga: Perjuangan atlet loncat indah China melawan depresi
Baca juga: Klasemen medali Olimpiade: Indonesia naik posisi 35, China memimpin

 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © 2021