Miris! Kasus Aktif Corona Indonesia Tertinggi di Asia, Meski Testing Rendah

Miris! Kasus Aktif Corona Indonesia Tertinggi di Asia, Meski Testing Rendah

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan bahwa kasus aktif corona saat ini sudah mencapai 175.349 orang, angka ini membuat Indonesia jadi negara dengan kasus aktif tertinggi di Asia hanya dengan jumlah testing rendah.

Kasus aktif adalah jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri.

Berdasarkan data worldometers pada Selasa (2/2/2021), Indonesia “unggul” atas India yang memiliki jumlah kasus aktif 165.234 orang, Iran di posisi tiga dengan 150.253 kasus aktif, dan Lebanon 119.050 kasus aktif.

Angka kasus aktif tertinggi se-Asia itu didapatkan Indonesia hanya dengan tes yang rendah yakni 33.743 tes per 1 juta penduduk.

Baca Juga:
Waspada! Varian Baru Covid-19 Diduga Sudah Masuk dan Tersebar di Indonesia

Bandingkan dengan India, Iran, dan Lebanon yang sudah melakukan testing di atas 100 ribu per 1 juta penduduk; India (142.000/1 juta), Iran (110.374/1 juta), Lebanon (382.691/1 juta).

Sementara di dunia, kasus aktif Indonesia berada di urutan ke-14 di bawah, Portugal, Swiss, Polandia, Jerman, Meksiko, Serbia, Italia, Rusia, Belgia, Brazil, Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menggambarkan jumlah ini setara dengan dua kali kapasitas penonton Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

“Jumlah yang banyak sekali untuk dirawat. Apabila dapat diibaratkan, jumlah ini 2 kali lebih besar dari kapasitas penonton Stadion Gelora Bung Karno,” kata dr Reisa dalam jumpa pers virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Reisa menjelaskan, jumlah kasus aktif ini menambah beban rumah sakit yang sekarang sudah mencapai lebih dari 60 persen di beberapa daerah.

Baca Juga:
Tangerang Tambah 70,2 Hektar Lahan Kubur Jenazah COVID-19 di TPU Buni Ayu

Dengan data ini, Reisa kembali meminta masyarakat untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan agar meringan beban tenaga kesehatan.

“Tenaga medis dan tenaga kesehatan akan kewalahan jika angka ini terus bertambah. Cegah bapak-ibu. Kita harus cegah agar tidak tertular dan tidak menjadi pasien baru COVID-19,” ucapnya.

Pemerintah juga terus berupaya menegakkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah dimulai sejak awal Januari lalu untuk menekan laju penyebaran, yang diperpanjang hingga 8 Februari mendatang.