Nadya Hutagalung Bicara Soal Emotional Weel-Being di Buku Walk With Me

Nadya Hutagalung Bicara Soal Emotional Weel-Being di Buku Walk With Me

Diluncurkan pertama kali tahun 2018, buku Walk with Me yang ditulis Nadya Hutagalung kembali dirilis cetakan keduanya di akhir tahun 2020 lalu. Dalam cetakan kedua ini, Nadya menambah konten baru tentang emotional well-being.

Dalam sebuah bincang eksklusif secara online bersama media beberapa waktu lalu, Nadya mengungkap bahwa topik emotional well-being masih dilihat sebagai topik yang sensitif dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ditanya apakah berniat mencetak lagi buku Walk with Me, saya sadar bahwa dunia sedang berubah, dan menurut saya, apabila mencetak lagi buku ini, pada saat banyak orang merasa anxious dan dunia sedang mengalami ketidakpastian, saya ingin berbicara tentang emotional well-being, yang selama ini belum menjadi topik familiar bagi banyak orang,” kata Nadya.

Nadya menyadari bahwa setiap individu sedang menjalani kehidupannya. Setiap pribadi memiliki kisah untuk diceritakan, dan tidak ada cerita seseorang yang lebih penting dari kisah orang lain di dunia ini.

Baca Juga:
Cara Unik Nadya Hutagalung Rawat Kecantikannya Tiap Pagi

“Yang saya tahu, kita bisa belajar dari pengalaman orang lain dan belajar berempati terhadap pengalaman tersebut, meskipun pengalaman tersebut jauh dari kehidupan dan latar belakang kita,” cerita Nadya.

“Saya bersyukur atas berbagai fase kehidupan yang pernah saya alami dan bermacam orang yang pernah saya temui, karena pada tahap-tahap itu, terdapat banyak pelajaran berharga,” tambahnya, persis seperti yang ia ceritakan dalam kata pengantar di bukunya.

Buku Walk With Me, Nadya Hutagalung. (Dok. Pribadi)
Buku Walk With Me, Nadya Hutagalung. (Dok. Pribadi)

Melalui buku terbaru setebal 360 halaman ini, Nadya menampilkan beragam sisi tentang personalitasnya, termasuk emotional well-being. Selain itu, Nadya juga mengundang beberapa public figure dari berbagai latar belakang untuk berbagi tentang sudut pandang dan pengalaman pribadi mereka berkaitan dengan emotional well-being. Mereka adalah Happy Salma, Eva Celia, Iqbaal Ramadhan, Afgansyah Reza, dan Chelsea Islan.

Beragam sisi kehidupan Nadya ditampilkan ke dalam 7 bab, yang direpresentasikan melalui berbagai elemen kehidupan, yaitu Mist, Seeds, Mirror, Bamboo, Ocean, Spice, dan Soil. Ketujuhnya merupakan elemen yang dianggap mewakili kisah perjalanan Nadya berkarier selama lebih dari 30 tahun. Dan topik tentang emotional well-being ini melengkapi chapter Bamboo yang sudah ada sebelumnya.

Buku ini diformat sebagai coffee table book yang mengisahkan perjalanan karier, kehidupan personal, dan perspektif Nadya dalam menjalani kehidupan. Selain melalui tulisan, perjalanan Nadya juga digambarkan melalui karya fotografi Davy Linggar di berbagai tempat, mulai di Jakarta, Ubud, Singapura, Medan, Nepal, hingga Kenya. Termasuk pemotretan virtual secara online pada saat produksi konten baru ini.

Baca Juga:
Boleh Dicoba, Resep Cantik dan Awet Muda Ala Nadya Hutagalung