Jakarta () – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengingatkan para atlet agar terus mengejar poin Olimpiade dan meminta induk organisasi cabang olahraga tidak terjebak saat memilih kejuaraan di luar negeri yang diikuti atletnya.

"Perlu diketahui World Championship itu kedudukannya lebih tinggi kemudian Asian Championship. Kalau memang tujuan untuk meloloskan atlet ke Olimpiade, kita harus fokus ke World Championship," kata Okto saat berbincang dengan media di Jakarta, Minggu.

Atlet Indonesia saat ini dihadapkan kepada banyak kejuaraan dan yang terdekat adalah SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam, dan empat bulan berikutnya akan mengikuti kejuaraan yang levelnya lebih tinggi yakni Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

Khusus Asian Games, lanjut Okto, ada beberapa kejuaraan yang pelaksanaannya bentrok dengan multievent terbesar di Asia itu yang salah satunya balap sepeda. Asian Games bersamaan dengan World Championship di Australia.

"Kondisi seperti ini jelas di persimpangan. Di satu sisi ingin meraih hasil terbaik di Asian Games, tapi di sisi lain harus mengejar poin Olimpiade. Peran induk organisasi (PP/PB) sangat menentukan," kata mantan Ketua Umum PB ISSI itu.

Indonesia pada Olimpiade memang belum bisa berbicara banyak selain dari cabang olahraga bulu tangkis dan angkat besi. Jumlah atlet yang lolos Olimpiade terbilang belum banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia

Untuk lolos ke Olimpiade harus memenuhi poin yang telah ditetapkan dan dalam meraihnya harus mengikuti kejuaraan kualifikasi di mana tidak semua kejuaraan internasional menawarkan poin.

"Jadi, siapa saja atlet yang lolos ke Olimpiade harus diapresiasi. Meski belum bertanding di Olimpiade, mereka sudah disebut Olimpian. Hanya orang pilihan yang bisa tampil di Olimpiade," kata Okto.

Sebelumnya, atlet Indonesia yang dinyatakan lolos Olimpiade bahkan langsung diganjar bonus Rp100 juta. Tidak menutup kemungkinan, atlet yang dinyatakan lolos Olimpiade Paris juga mendapatkan hal yang sama.

"Saya kira mereka yang lolos ke Olimpiade memang layak untuk mendapatkannya (bonus). Butuh kejar keras untuk meraihnya. Bisa saja untuk Olimpiade Paris bonus kelolosan atlet bertambah," pungkas promotor tinju internasional itu.

Baca juga: IOC pangkas jumlah kelas angkat besi di Olimpiade Paris

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2022