Jakarta () – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) terus berupaya menyiapkan atlet terbaik untuk menghadapi SEA Games Hanoi, Vietnam, yang bakal bergulir pada 12-23 Mei 2022.

PBTI telah melakukan audisi dan seleksi nasional (Seleknas) di Hotel Green Forrest Bogor, Jawa Barat, pada 6-12 Desember 2021 dan diikuti 23 atlet yang terdiri dari 14 putra dan sembilan putri.

Manajer timnas taekwondo Indonesia Laras Fitriana Noviaty Sumarna mengatakan seleknas dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek mulai antropometri, kondisi fisik, teknik, hingga psikologi atlet. "Jadi semua aspek kami perhatikan," kata Laras kepada , Jumat.

PBTI belum mengumumkan hasil seleknas. Namun, lanjut Laras, setelah atlet dinyatakan lolos, pihaknya akan terus memantau perkembangan mereka. Artinya, promosi dan degradasi masih akan terus dilakukan hingga akhirnya benar-benar mendapatkan atlet terbaik yang masuk skuad Merah Putih untuk SEA Games Hanoi.

"Harapannya pada awal 2022 ada penambahan. Yang lolos pun masih bisa terdegradasi. Kami akan ajukan lebih dari 100 persen untuk Pelatnas nanti. Sambil latihan berjalan di situ ada seleksi alam lagi," ujar Laras.

Proses yang panjang ini dilakukan untuk menjaring atlet-atlet berkualitas. Program PBTI, kata Laras, berjalan dengan baik dengan adanya terobosan-terobosan baru.

"Kami optimistis bisa lebih baik pada SEA Games Hanoi. Nantinya akan ada tryout dan training camp ke beberapa negara sebelum atlet bersaing pada SEA Games Hanoi," pungkas Laras.

PBTI terus berupaya meraih hasil maksimal pada SEA Games 2022. Dalam edisi sebelumnya di Filipina pada 2019, taekwondo Indonesia harus puas berada pada urutan keenam dalam klasemen akhir perolehan medali dengan dua perak dan delapan perunggu.

Dua perak masing-masing diraih melalui Reinaldy Atmanegara yang turun pada nomor kyorugi 54kg putra dan Mariska Halinda yang bersaing mada nomor kyorugi 53kg putri.

Sementara delapan perunggu yang diraih, lima di nya melalui nomor poomsae yakni dari Wawan Saputra (poomsae freestyle putra), Rachmania Gunawan Putri (poomsae recognized putri), I Kadek Dwipayana/Defia Rosmaniar (poomsae mixed recognized pair), dan beregu recognized putri (Defia Rosmaniar, Rachmania Gunawan Putri, dan Ruhil), serta beregu poomsae freestyle campuran (Evelyna Melinda, Ibnu Muhammad, Abdul Rahman, Darwin, Wawan Saputra, Ruhil)

Sisanya dari nomor kyorugi, masing-masing dari Muhammad Bassam Raihan (58kg putra), Rizky Anugrah Prasetyo (+87kg putra), dan Shaleha Fitriana Yusuf (62kg putri).

Baca juga: Indonesia raih satu emas dalam kejuaraan dunia taekwondo

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2021