Jakarta () – Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo menyepakati untuk mengizinkan hingga 10.000 penonton menghadiri setiap arena pertandingan, asalkan tidak melebihi 50 persen dari kapasitas tempat, Kyodo melaporkan, Senin.

Selama pertemuan online, perwakilan dari lima badan penyelenggara, termasuk Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, memutuskan kebijakan batasan penonton, setelah melarang penonton dari luar negeri.

Meski begitu, mereka diharapkan memiliki opsi terbuka untuk mengadakan pertandingan tanpa penonton jika situasi COVID-19 memburuk sebelum atau setelah Olimpiade dimulai pada 23 Juli.

Sejak penundaan satu tahun Olimpiade, pada Maret tahun lalu, penyelenggara telah mengerjakan ulang persiapan dengan harapan dapat menyelenggarakan acara internasional dengan aman di tengah krisis kesehatan global.

Warga Jepang tetap tidak yakin bahwa Olimpiade dan Paralimpiade dapat dilangsungkan tanpa kendala, meskipun ada jaminan berulang kali dari pemerintah dan penyelenggara.

Sebuah survei nasional yang dilakukan oleh Kyodo News selama akhir pekan menemukan bahwa sekitar 86 persen warga Jepang khawatir tentang kenaikan kasus COVID-19 jika Olimpiade diadakan.

Dalam sambutan pembukaan pertemuan virtual tersebut, Bach berharap dapat mendengar kebijakan mengenai batasan penonton yang dirumuskan oleh penyelenggara Jepang, dengan mengatakan dia "sangat yakin" itu akan menjadi "keputusan untuk melindungi rakyat Jepang dan semua peserta dengan sebaik-baiknya."

"Karena kepercayaan penuh pada Anda, saya sudah dapat memberitahu Anda sekarang bahwa bahkan sebelum mendengar keputusan Anda bahwa IOC akan sepenuhnya mendukung keputusan Anda, dan akan berkontribusi penuh untuk membuat pertandingan ini aman dan terjamin bagi rakyat Jepang dan semua peserta," kata Bach.

Bach menambahkan bahwa "lebih dari 80 persen" penduduk kampung atlet akan divaksinasi.

Penyelenggara Jepang awalnya berencana untuk menetapkan kebijakan jumlah penonton domestik pada akhir musim semi, namun jadwal tersebut ditunda karena Tokyo berada di bawah keadaan darurat COVID-19 karena gelombang infeksi yang didorong oleh varian virus corona yang lebih menular.

Penyelenggara mengatakan mereka akan menerapkan kebijakan pemerintah Jepang tentang batasan penonton pada Olimpiade, menyiratkan mereka akan mengizinkan 50 persen dari kapasitas tempat atau hingga 10.000 penonton.

Baca juga: Jepang pertimbangkan kewajiban penonton tunjukkan tes negatif COVID-19

Untuk upacara pembukaan Olimpiade di National Stadium, yang dapat menampung 68.000 penonton, batasan penonton diharapkan berasal pemegang tiket masyarakat umum dan ofisial yang terkait dengan pertandingan, menurut pejabat yang mengetahui rencana tersebut.

Penyelenggara sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan sekitar 20.000 penonton secara total, tetapi mereka telah berusaha untuk mengurangi jumlah ofisial pertandingan.

Penyelenggara diperkirakan akan memutuskan batas penonton untuk Paralimpiade di kemudian hari, sebab pertandingan baru akan dimulai pada 24 Agustus.

Tokyo beralih ke keadaan darurat semu mulai Senin, sehari setelah keadaan darurat ketiga sejak akhir April berakhir. Namun, para ahli medis, termasuk penasihat COVID-19 papan atas Jepang, telah menyerukan agar pertandingan diadakan secara tertutup.

Menjelang pertemuan online tersebut, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa Olimpiade dapat diadakan tanpa penonton jika situasi COVID-19 di negara itu memburuk dan dia harus menyatakan keadaan darurat lagi.

Baca juga: Sekolah-sekolah di Jepang mundur dari program penonton Olimpiade

Pada pertemuan online tersebut, Koike juga menyoroti poin bahwa penyelenggara harus mempertimbangkan kemungkinan menggelar pertandingan secara tertutup jika situasi pandemi dan sistem medis Jepang berubah.

Di bawah pedoman yang disusun oleh panitia penyelenggara, penonton disarankan untuk melakukan perjalanan ke dan dari tempat secara langsung tanpa berhenti di mana pun untuk membatasi pergerakan orang dan dengan demikian mengurangi risiko penyebaran virus.

Panitia telah menjual tiket untuk 42 persen dari total kursi. Namun, tiket yang dibeli untuk beberapa acara pertandingan telah melebihi 50 persen dari kapasitas venue.

Panitia sedang mempertimbangkan mengadakan undian untuk menentukan siapa yang akan diizinkan menonton secara langsung, menurut pejabat yang mengetahui masalah tersebut.

Olimpiade akan diadakan di sekitar 40 tempat yang berlokasi di Tokyo dan prefektur lainnya. Tempat berkapasitas besar lainnya, termasuk Internasional Stadium Yokohama, yang dapat menampung sekitar 72.000, dan Tokyo Stadium, yang dapat menampung hingga 48.000 penonton.

Baca juga: Tokyo batalkan semua acara nonton bareng Olimpiade
Baca juga: Penyelenggara pamer kampung atlet sebulan jelang Olimpiade Tokyo

Baca juga: Anggota tim Olimpiade Uganda positif COVID-19 saat tiba di Jepang

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © 2021