Jakarta () – Pesilat putri DKI Jakarta Pipiet Kamelia ingin mewujudkan mimpinya dengan membawa medali di kejuaraan dunia yang berlangsung di Malaysia pada pertengahan 2022.

Pipiet sudah membawa pulang Medali Emas Asian Games 2018 dan PON XX Papua 2021, ia berharap koleksi prestasinya semakin banyak tahun ini sebelum dia fokus sejenak untuk mengurus rumah tangga yang dibinanya bersama atlet Hanifan Yudani Kusumah, yang viral karena spontan memeluk Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto menggunakan balutan bendera Merah Putih pada Asian Games 2018 karena kala itu keduanya sama-sama mencalonkan diri pada pemilihan presiden.

“Mimpi di atlet Insya Allah sudah hampir lengkap, paling untuk tahun ini ingin tutup mimpi saya di kejuaraan dunia Malaysia bulan Juli, mohon doanya,” kata Pipiet dalam acara media gathering Sunsilk di Jakarta, Senin (18/4).

Atlet kelahiran 6 Januari 1995 ini ingin rehat dari dunia olahraga untuk fokus menjadi ibu rumah tangga karena sejak kecil hingga saat ini hanya dunia olahraga yang ia tekuni. Kelak, setelah menjalankan profesi sebagai ibu rumah tangga, Pipiet berniat kembali lagi ke dunia olahraga yang dicintainya begitu ada kesempatan.

Dunia pencak silat telah ditekuninya sejak kelas 4 SD, berawal dari coba-coba untuk mengisi kegiatan, apalagi ada gedung pencak silat dekat rumahnya. Pertandingan pertama langsung membuahkan kemenangan dan Pipiet akhirnya dibawa ke pusat pelatihan atlet di Ragunan. Berbagai pertandingan ia lalui, baik dalam lingkup nasional hingga internasional. Bahkan Fakultas Ilmu Olahraga jadi jurusan yang dia pilih di Universitas Negeri Jakarta.

"Memang benar-benar semua yang saya tekuni tentang olahraga," katanya.

Pipiet menambahkan, dia dan suami sedang merintis pusat pelatihan pencak silat di Bandung yang berdiri sejak 2019. Mereka berdua terjun langsung untuk melatih bibit-bibit muda, dimulai dari atlet muda yang ada di sekitar pusat pelatihan.

Baca juga: Cerita lucu soal rambut berujung push up dari pesilat Pipiet Kamelia

Baca juga: Pipiet diingatkan pelatih agar tidak terprovokasi lawan

Baca juga: Manisnya kemenangan Hanifan-Pipiet, suami istri emas PON Papua

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2022