Mataram () – Ketua KONI Nusa Tenggara Barat Mori Hanafi mengaku bahwa NTB dan Tenggara Timur sudah mendapatkan surat dukungan dari 20 provinsi untuk maju bersama sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

"Ada 20 provinsi yang sudah memberikan dukungan dalam bentuk surat kepada kita. Dan ini masih bisa bertambah. Makanya kita mau keliling ke daerah yang belum memberikan surat dukungan agar diberikan kepada NTB dan NTT," kata Mori di Mataram, Senin.

Dia menjelaskan, surat dukungan dari provinsi lain ini penting bagi NTB dan NTT agar bisa memenangkan penawaran menjadi tuan rumah bersama PON 2028 pada Mei 2022.

"Kalau kita bisa lakukan dan menang. Tentu ini menjadi sejarah buat NTB. Menjadi tuan rumah PON itu tidak gampang karena banyak daerah lain yang juga ingin jadi tuan rumah PON," kata dia.

Menurut Mori, berkaca kepada pengalaman 2017 saat NTB bersama Bali mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama PON 2024. Ketika itu NTB dan Bali kalah dari Aceh dan Sumatera Utara yang ditetapkan menjadi tuan rumah karena mendapat didukung mayoritas daerah.

"Alhamdulillah sekarang semua maju untuk bersama-sama meyakinkan daerah lain agar kita bisa menjadi tuan rumah," kata Wakil Ketua DPRD NTB itu.

"Dari level gubernur juga sudah bicara dengan gubernur lain, begitu juga bupati dan walikota juga ikut membantu. Begitu juga NTT melakukan hal yang sama. Anggota DPR RI kita juga yang ada di Jakarta melakukan hal yang sama. Jadi semua bergerak," sambung Mori.

Dia menilai jika NTB dan NTT terpilih maka akan berdampak positif kepada kedua provinsi, salah satunya infrastruktur olahraga di kedua daerah akan terbangun. Ini karena pemerintah pusat pasti memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan tersebut.

"Jadi banyak nilai positif yang didapat kedua daerah jika itu (PON) terealisasi. Makanya kita berusaha maksimal untuk jadi tuan rumah, karena itu dukungan masyarakat NTB dan NTT juga sangat penting untuk perjuangan ini," pungkas Mori.

Baca juga: Deklarasi PON Aceh-Sumut, Menpora bicara tolok ukur prestasi-pembinaan

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2022