2 Minggu Lockdown, Kasus Covid-19 di Prancis Turun Drastis!

Pigeons fly next to the Eiffel Tower in Paris, Friday, Oct. 30, 2020. France re-imposed a monthlong nationwide lockdown Friday aimed at slowing the spread of the virus, closing all non-essential business and forbidding people from going beyond one kilometer from their homes except to go to school or a few other essential reasons. (AP Photo/Thibault Camus)

Jakarta, – Jumlah kasus baru dan penerimaan pasien baru terkait Covid-19 di rumah sakit di Prancis turun tajam pada akhir minggu kedua penguncian wilayah (lockdown) secara nasional dilakukan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Prancis pada Jumat, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (14/11/2020).

Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan sebanyak 23.794 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam terakhir, turun dari 33.172 kasus pada Kamis dan turun hampir sepertiga dibandingkan dengan 60.486 kasus pada Jumat pekan lalu.

Jumlah orang yang pergi ke rumah sakit akibat terinfeksi virus Corona pun turun menjadi 24 dari 737 pada Kamis dan jumlah orang yang dirawat intensif turun menjadi hanya empat orang dari 96 orang pada Kamis dan lebih dari 100 per hari setiap hari kerja pada pekan lalu.

Seperti diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan negerinya untuk kembali melakukan penguncian¬†wilayah (lockdown), Rabu (28/10/2020). Ini dilakukan pascagelombang kedua corona mengancam ‘membanjiri’ Eropa sebelum musim dingin.

“Virus itu beredar dengan kecepatan yang bahkan tidak diantisipasi oleh perkiraan yang paling pesimistis,” kata Macron dalam pidato yang disiarkan televisi, dikutip dari Reuters.

“Saya telah memutuskan bahwa kita harus kembali ke penguncian untuk menghentikannya.”

Lockdown mulai berlaku di Prancis pada Jumat (30/10/2020). Semua orang akan diminta tetap tinggal di rumah kecuali membeli barang penting, medis atau olahraga selama satu jam per hari.

Baca:

Alert! Macron Umumkan Prancis Lockdown, Jerman Close Down

[Gambas:Video ]

(wia)