2 Vaksin Covid Ini Segera Berizin, Sayonara Pandemi Corona?

Uji Coba Vaksin Corona Ke Manusia

Jakarta, – Harapan pandemi Covid-19 akan segera berakhir kembali membuncah. Asalnya, data final hasil uji klinis tahap akhir vaksin Covid-19 buatan Modernda dan Pfizer. Kedua kini sedang mengajukan izin penggunaan darurat ke Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS).

Terbaru adalah kabar dari Moderna yang baru saja menyelesaikan uji klinis tahap akhir di AS. Raksasa Farmasi ini mengklaim vaksin Covid-19 buatannya bernama mRNA-1273 efektif lebih dari 94,1% melindungi tubuh dari Covid-19 dan aman.

Pilihan Redaksi
  • Kabar Gembira! Rantai Distribusi Vaksin Covid-19 Telah Siap
  • Pak Erick, Indonesia Bakal Beli Vaksin Pfizer & Moderna?
  • Data Final Uji Klinis Vaksin Moderna: Manjur 94% Lawan Covid

Data ini tak jauh berbeda dengan data interim yang dipublikasikan pada 16 November lalu. Senin waktu AS, Moderna akan memasukkan data dan mengajukan izin penggunaan darurat pada FDA.

“Analisis primer yang positif ini menegaskan kemampuan vaksin kami untuk mencegah penyakit Covid-19 dengan kemanjuran 94,1% dan, yang terpenting, kemampuan untuk mencegah penyakit Covid-19 yang parah,” ujar Stéphane Bancel, CEO Moderna seperti dikutip dari International, Selasa (1/12/2020).

Vaksin lain yang bisa jadi penggubah jalannya pandemi adalah vaksin BioNTech yang mitra dengan Pfizer. Kedua perusahaan sudah merampungkan uji klinis tahap akhir di AS dan pada 20 November lalu mengajukan izin penggunaan darurat ke FDA.

Pfizer dan BioNTech mengklaim vaksin Covid-19 bernama BTN162b2 efektif 95% lebih mencegah tubuh terinfeksi virus Covid-19. Vaksin ini juga tidak memiliki efek samping yang membahayakan.

Jika tak ada kendala maka bulan ini kedua vaksin akan mulai bisa digunakan di Amerika Serikat dalam program vaksinasi. Keduanya pun sudah bisa mulai memproduksi vaksin.

Moderna menargetkan bisa memproduksi 1 miliar dosis vaksin Covid-19 tahun 2021 sementara Pfizer berencana memproduksi 1,4 miliar dosis vaksin. Kedua vaksin ini membutuhkan dua dosis atau dua kali suntik agar tubuh terlindung dari Covid-19 secara optimal.

(roy/sef)