200 Lebih Nyawa Hilang, Israel-Hamas Damai Sementara di Gaza

A woman reacts while standing near the rubble of a building that was destroyed by an Israeli airstrike on Saturday that housed The Associated Press, broadcaster Al-Jazeera and other media outlets, in Gaza City, Sunday, May 16, 2021. (AP Photo/Adel Hana)

Jakarta, – Perang tentu saja merugikan warga sipil. Lebih dari 200 orang menjadi korban dalam pertempuran selama 11 hari terakhir antara Israel dan dua kelompok utama Palestina di jalur Gaza, Hamas dan Jihad Islam.

Menurut aporan pejabat kesehatan Gaza Jumat (21/5/2021), setidaknya 232 warga Palestina termasuk 65 anak-anak, tewas sejak pertempuran dimulai 10 Mei itu. Lebih dari 1.900 lorang terluka dalam pemboman udara.

Baca:

Breaking: Israel & Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza

Meski tak sebanyak Palestina, korban jiwa juga ada di Israel. sebanyak 12 warga Israel, termasuk dua anak, tewas. Israel juga mengatakan telah menewaskan sedikitnya 160 pejuang di Gaza, sebagaimana dilaporkan Aljazeera dan Reuters.

Di hari yang sama, Israel dan Hamas serta Jihad Islam menyetujui gencatan senjata pada Kamis (20/5/201) waktu setempat atau Jumat (21/5/2021) dini hari. Pernyataan muncul dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Dengan suara bulat menerima rekomendasi untuk inisiatif Mesir terkait gencatan senjata tanpa syarat,” tegas Israel, dikutip dari AFP.

Tak lama kemudian, Hamas dan Jihad Islam mengonfirmasi gencatan senjata tersebut dalam sebuah pernyataan. Intinya tidak akan ada lagi serangan baru mulai Jumat pukul 2.00 pagi waktu setempat.

Kabar gencatan senjata sudah dilaporkan media AS, The Wall Street Journal. Mesir dikatakan memediasi hal tersebut dan membuat kemajuan penting.

Sehari sebelumnya Hamas menyatakan siap untuk berunding dan melakukan gencatan senjata dengan pihak Israel. Namun, sebagaimana dikutip ABC News, Hamas mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi dan dipatuhi oleh pihak Israel.

Syarat tersebut adalah meminta Israel menghentikan serangan ke kompleks (Masjid) Al-Aqsa, dan meminta Israel harus menghentikan evakuasi paksa warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarah. Namun hingga kini belum diketahui apakah syarat ini juga dipertimbangkan.

Baca:

Pangeran Arab Buka-Bukaan Soal Israel, Apa Katanya?

[Gambas:Video ]

(sef/sef)