Ajiib! Yusuf Mansur Siap Bawa Paytren IPO di Bursa

Ustaz Yusuf Mansur/Detik

Jakarta,  Indonesia – Ustaz Yusuf Mansur, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an, dan juga pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren), mengungkapkan rencana membawa salah satu perusahaan di Grup Paytren untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Skema yang akan dipilih yakni penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Adapun perusahaan yang akan di-IPO-kan ialah Paytren (PT Veritra Sentosa Internasional/VSI) yang mengelola e-money.

Iya mulai diproses [IPO]. Ini lagi nyiapin laporan keuangan yang audited yang terbaru,” katanya kepada  Indonesia, Selasa (12/1/2021).

Dia mengatakan laporan keuangan yang diaudit yakni September 2020, sehingga sebagaimana aturan penawaran IPO, berlaku selama 6 bulan ke depan yakni Maret 2021.

“iya, September emang. Bismillaah. Ini perjuangan, berdarah-darah, hehehe. Ber-Polda-Polda dan Ber-Bareskrim-Bareskrim. Pun ber-PN-PN [Pengadilan Negeri].” Ungkapan ini dilontarkan YM lantaran sebelumnya beberapa kali menghadapi gugatan perdata para pihak lain kepada Paytren.

Sebelumnya, ustaz YM juga menyinggung IPO ini di akun Instagramnya kendati tidak menyebutkan secara spesifik, karena semula hanya mengunggah sebuah foto dari investor saham. Foto itu memperlihatkan seorang investor yang berinvestasi dengan modal Rp 2 juta dan cuan sebesar Rp 82.000 sehari.

“Ayooo… gampang koq…dan duitnya ga disetorin ke saya loh, hehee. jangan ampe ketipu.”

.Ayo… anak2 muda…dan gmn kalo Paytren di IPO in? bismillaah ya?”

“Doain.”

[Gambas:Instagram]

Selain memiliki anak usaha di bisnis pengelolaan investasi lewat Paytren Aset Manajemen (PAM), Grup Paytren juga mengelola e-money lewat VSI. 

Paytren e-money merupakan alat pembayaran digital yang bisa digunakan untuk membayar tagihan rutin, pembelian pulsa elektronik dan tiket perjalanan. Pada 17 Agustus 2019 Paytren termasuk dalam aplikasi yang menggunakan QR code berstandardisasi Indonesia atau QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia.

Adapun khusus untuk PAM, saat ini, perseroan memiliki beberapa reksa dana syariah yaitu reksa dana saham PAM Syariah Saham Dana Falah, reksa dana pasar uang PAM Syariah Likuid Dana Safa, dan reksa dana campuran PAM Syariah Campuran Dana Daqu.

Baca:

Biar Gak Sembarangan Orang Mention Saham, Ini Sikap BEI

[Gambas:Video ]

(tas/tas)