Asing Borong Rp 189 M Saham RI, 5 Saham Ini Cuan Banyak

foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, – Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) naik 0,38% di level 5.356 pada penutupan perdagangan Senin kemarin (9/11/2020) di tengah sejumlah katalis positif, terutama hasil Pemilu Presiden AS yang memenangkan Joe Biden-Kamala Harris.

Data BEI menunjukkan, nilai transaksi saham kemarin mencapai Rp 10,74 triliun. Ada 238 saham naik, 203 turun, dan 169 saham stagnan.

Baca:

Kabar Buruk, Emas Bakal ‘Terjun Payung’ ke US$ 1.868/Troy

Kepastian kemenangan calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden membuat pasar kembali semringah, kendati pada sesi I, penguatan IHSG sempat terpangkas karena para investor melakukan aksi profit taking setelah IHSG terbang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

IHSG bahkan sempat menembus level tertinggi sebelumnya 5.381 sejak anjlok diserang dampak virus corona Maret silam.

Baca:

Vaksin Pfizer 90% Manjur, IHSG Siap Lompat di Atas 5.600

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 189,15 miliar di pasar reguler. Ditambah dengan pasar negosiasi dan tunai, net buy asing mencapai Rp 190,80 miliar.

Dalam 5 hari perdagangan terakhir secara akumulatif, net buy asing mencapai Rp 1,59 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing (net sell) adalah PT Astra Internasional Tbk (ASIII) dengan jual bersih sebesar Rp 127 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 37 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp 368 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan net buy sebesar Rp 40 miliar.

Top Foreign Buy Pasar Reguler, 9 November 2020

1. Bank BRI (BBRI), net buy Rp 368,2 miliar, saham naik 3,65% Rp 3.690

2. Telkom Indonesia (TLKM), Rp 40,6 miliar, saham naik 1,77% Rp 2.880

3. Bank Mandiri (BMRI), Rp 36,9 miliar, saham naik 1,65% Rp 6.150

4. Bank Central Asia (BBCA), Rp 33,5 miliar, saham turun 0,24% Rp 31.425

5. Unilever (UNVR), Rp 16,7 miliar, saham turun 1,55%.

Menurut Analis KGI Sekuritas, Nugroho Rahmad Fitriyanto, aliran dana asing terus mengalir deras ke pasar keuangan RI di tengah sentimen terpilihnya Joe Biden dalam Pilpres AS, inflow asing ini tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah dan yield (imbal hasil) obligasi Indonesia yang turun signifikan.

Menurut Nugroho, terpilihnya Joe Biden telah mendorong ekspektasi stabilitas hubungan internasional dan meredanya perang dagang.

“Selain itu stimulus AS juga diproyeksi akan meningkat di masa kepemimpinan Biden sehingga meningkatkan likuiditas pasar global serta meningkatkan minta investor untuk masuk ke pasar emerging,” katanya, dalam dialog di  Indonesia TV, dikutip Selasa (10/11/2020).

“Biden adalah kabar baik buat pasar. Kami sudah lelah dengan dampak yang muncul dari cuitan-cuitan Trump,” tambah Christopher Stanton, Chief Investment Officer Sunrise Capital Partners, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, dari bursa Paman Sam, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat tajam 6,87% secara point-to-point, S&P 500 melesat 7,32%. Sedangkan kenaikan Nasdaq Composite terbilang fantastis dari dua indeks lainnya, yakni meroket 9,39% pada penutupan Senin (Selasa pagi waktu Indonesia).

Dari dalam negeri, konsumen Indonesia semakin kurang percaya diri dalam memandang perekonomian saat ini dan beberapa bulan ke depan. Ini terlihat dari penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

“Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan perbaikan keyakinan konsumen masih tertahan pada Oktober 2020. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2020 sebesar 79,0, lebih rendah dibandingkan dengan 83,4 pada September 2020,” sebut keterangan tertulis BI yang dirilis Senin (9/11/2020).

[Gambas:Video ]

(tas)