Awas Jantungan! 10 Saham Ini Babak Belur Selama Oktober

Diskusi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, – Bulan Oktober sudah lewat. Sepanjang bulan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 5,11% setelah ditutup pada Selasa pekan lalu (27/10/2020) di level 5.128,23.

Perdagangan pekan lalu hanya 2 hari lantaran ada hari libur perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi umat Muslim dan cuti bersama pada 28-30 Oktober.

Pada penutupan Selasa, IHSG memang minus 0,31%, tapi sepekan naik tipis 0,56%, dan sebulan terakhir mampu menguat 5,11%.

Secara year to date atau tahun berjalan, IHSG masih minus 18,59%. Dalam sehari di Selasa pekan lalu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah net sell di pasar reguler mencapai Rp 22,52 miliar, sementara di pasar nego dan tunai justru terjadi beli bersih atau net buy Rp 131 miliar.

Dalam sepekan terakhir terjadi net sell Rp 279 miliar, dalam sebulan asing juga masih net sell Rp 3,14 triliun dan year to date asing keluar hingga Rp 62,68 triliun.

Baca:

Oktober Harga Emas Minus 0,4%, Bapak-Ibu Tetap Cuankan?

Ketika libur pekan lalu, IHSG tergolong beruntung, karena pasar saham terutama Asia dari Rabu hingga Jumat kompak mengalami pelemahan, bahkan pada Jumat lalu, bursa Asia melemah parah dengan rata-rata pelemahan sebesar 1% hingga 2%.

Koreksi bursa Asia pun dipengaruhi oleh kinerja bursa saham acuan global yakni Wall Street AS. Tiga indeks utama di bursa saham AS ‘kebakaran’ seiring dengan sentimen wait and see investor jelang Pilpres AS pada 3 November dan kasus Covid-19 khususnya di AS dan Eropa yang meningkat tajam.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,59% menjadi 26.501,6. S&P 500 ambles 1,21%, menjadi 3.269,96 dan Nasdaq Composite jeblok 2,45% menjadi 10.911,59 pada penutupan pasar pada Jumat pekan lalu (30/10/2020).

Dalam sepekan, DJIA turun 4,28%, S&P 500 minus 3,85% dan Nasdaq turun 3,94%. Sepanjang Oktober, DJIA turun 5,85%, S&P 500 turun 4,07% dan Nasdaq juga jeblok 3,37%.

“Volatilitas pasar jelang pilpres bukan hal yang aneh dan telah muncul di tengah berpusarnya pertanyaan seputar pilpres, Covid-19, kinerja keuangan, dan pertumbuhan ekonomi,” kata Paul Christopher, Kepala Perencana Pasar Wells Fargo, dalam catatan risetnya, sebagaimana dikutip International, dikutip Senin (2/11/2020).

Berdasarkan data BEI, di tengah penguatan IHSG ini, ada 10 saham yang mencatatkan koreksi paling besar dalam sebulan terakhir.

10 Saham Paling Tekor di Oktober 2020

1. PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG), -45,45%, di level Rp 54/saham, nilai transaksi Rp 739 miliar

2. PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE), -29,12%, Rp 258/saham, Rp 562 miliar

3. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP), -27,14%, Rp 102/saham, Rp 80,3 miliar

4. PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), -25,68%, Rp 220/saham, Rp 667,3 miliar

5. PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL), -16,15%, Rp 161/saham, Rp 321 miliar

6. PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST), -10,34%, Rp 104/saham, Rp 270,2 miliar

7. PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), -7.22%, Rp 334/saham, Rp 1,7 triliun

8. PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), -7,09%, Rp 118/saham, Rp 1,3 triliun

9. PT United Tractors Tbk (UNTR), -6,73%, Rp 21.125/saham, Rp 1,3 triliun

10. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), -6,67%, Rp 70/saham, Rp 478,3 miliar

Baca:

Bakal Distribusikan Vaksin, Kalbe Farma Cetak Laba Q3 Rp 2 T

Dua saham dengan koreksi paling dalam ialah Karya Bersama Anugerah dan Trinitan Metals. Kapitalisasi pasar KBAG hanya Rp 386 miliar, sementara PURE cuma Rp 344 miliar.

KBAG bergerak di sektor pengembangan real estate. Salah satu portofolio perumahan yang dikembangkan oleh perseroan berada di Balikpapan dengan nama Rumah Kota Green Valley.

KBAG baru melantai di bursa saham pada 8 April 2020 dengan melepas 30,07% saham ke publik dengan harga penawaran Rp 100/saham.

Padahal dari sisi kinerja, sesuai laporan keuangan Q3-2020, KBAG mencatat kenaikan laba neto hingga sebesar 1.738,30% dibandingkan dengan Q3-2019. Kinerja KBAG tetap berjalan positif di tengah ekonomi yang penuh tantangan.

Head of Corporate Secretary KBAG Firi Dina Haryati mengungkapkan peningkatan kinerja KBAG pada Q3-2020 sebesar 98,21% yaitu menjadi sebesar Rp 31,678 miliar dibandingkan dengan Q3 tahun 2019.

“Bila dibandingkan dengan Q3 tahun 2019, revenue perseroan hanya mencapai sebesar Rp 15,982 miliar. Marketing sales kami berhasil membuktikan kinerjanya di Q3 tahun 2020 ini meskipun kondisi ekonomi masih lemah karena pandemi Covid-19,” ungkap Dina dalam siaran persnya.

KBAG memiliki jenis produk rumah yang relatif berbeda dengan pengembang real estate lainnya. “Kami membangun rumah dengan konsep Rumah Vertikal 4 lantai di tengah kota Balikpapan,” katanya.

Baca:

Tahun Ini Waskita Karya Lepas 2 Ruas Tol, Mana Saja?

Adapun saham PURE sejak September juga disorot BEI lantaran harganya yang fluktuatif secara signifikan.

Pada Selasa (15/9/2020) saham PURE bahkan disuspensi oleh BEI dalam rangka cooling down karena peningkatan harga sahamnya signifikan. Tapi sehari kemudian setelah dibuka, Rabu (16/9/2020), saham PURE langsung melesat lebih dari 13%.

PURE merupakan perusahaan pengolah logam dan bahan mineral (smelter). Perusahaan ini baru berdiri pada 2009 berlokasi di Parung Tanjung, Bogor, Jawa Barat. PURE mencatatkan saham di BEI pada 9 Oktober 2019, atau 10 tahun setelah berdiri.

Dalam situs resmi perseroan, pemegang saham mayoritas tercatat atas nama PT Trinitan Recourcetama Indonesia yang menguasai 74,24% saham. Artinya PURE merupakan bagian dari kelompok usaha atau Grup Trinitan yang dimiliki Keluarga Tandiono.

Adapun PURE juga terafiliasi dengan PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY). Sky Energy dimiliki oleh perusahaan Grup Trinitan lainnya, yaitu PT Trinitan Global Pasifik dengan total kepemilikan 10,15% dan anak Ferry Tandiono, yakni Jackson Tandiono tercatat sebagai komisaris utama di perusahaan ini.

Baca:

Keluarga Tandiono Mau IPO-kan Anak Usaha PURE di Bursa Kanada

(tas/tas)