Bad News Kripto Gak Cuma dari XiJinping, Waspadai Kabar Ini!

Jakarta, – Pasar aset kripto alias cryptocurrency, termasuk Bitcoin dan kawan-kawannya saat ini sedang dilanda nasib yang tak baik ketika harga hampir seluruh ‘mata uang’ kripto pada perdagangan Kamis kemarin (20/5) berjatuhan, bahkan lebih parah dari perdagangan beberapa hari sebelumnya.

Di kala pasar kripto sedang turun tajam, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk ke Bitcoin. Namun hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas Bitcoin masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali harga Bitcoin ke level di atas US$ 40.000 hingga US$ 50.000.

Sebelumnya pada awal tahun hingga April, Bitcoin sempat melesat tinggi, namun kini seperti sedang ‘dibanting’, yakni ambles hingga puluhan persen dan saat ini, sentimen negatif masih mendominasi pasar kripto.

Sebab itu, Mike Bucella, partner di Blocktower Capital, perusahaan penyedia kripto dan blockchain, memberikan penekanan dan kewaspadaan kepada para investor. Dia mengatakan bahwa naik-turunnya harga Bitcoin dkk tak hanya sekali-dua kali, tetapi akan terus berulang layaknya instrumen investasi lainnya.

Baca:

Habis Terbang 3.000%, Koin Starbase Dibanting! Harga Nyungsep

“Akan ada banyak periode seperti yang kita lihat saat ini, di mana katalis negatif telah merubah grafik teknikalnya dan itu semua semakin diperburuk ketika pelaku pasar mulai mengambil untung,” lanjut Bucella, dilansir  International, Jumat (21/5/2021).

Pada akhirnya prinsip investasi high risk-high return juga berlaku di pasar kripto, termasuk Bitcoin.

“Semua investasi membawa risiko dan seperti halnya saham, kripto juga seperti itu,” kata Noah Perlman, Chief Operating Officer di Gemini, penyedia Bitcoin dan Ether.

Berikut gerak harga kripto pada perdagangan Kamis kemarin.

Berdasarkan data dari Investing pukul 09:00 WIB kemarin, harga Bitcoin ambruk 9,36% ke level US$ 37.018,10 atau setara dengan Rp 528.648.170, Ethereum ambles hingga 26,76% ke US$ 2.341,37 atau Rp 33.440.617, Litecoin ambrol hingga 35,29% ke US$ 180,03 atau Rp 2.569.807.

Harga Bitcoin sudah ambruk hampir 50% dari level tertingginya yang terbentuk pada pertengahan April lalu. Namun pada pagi kemarin, pelemahan Bitcoin cenderung lebih baik dibandingkan dengan kripto lainnya yang ambruk hingga mencapai 30%.

Baca:

GoTo Mau Dual Listing, Nilai Wajar Saham IPO-nya Berapa?

Di lain sisi, aksi jual secara massif masih terjadi di pasar kripto sejak pagi kemarin setelah tindakan keras pemerintahan China yang dipimpin Presiden Xi Jinping terhadap mata uang digital.

Penurunan harga uang kripto dengan kapitalisasi pasar ini dipicu kebijakan keras China yang melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech pembayaran untuk menyediakan layanan transaksi uang kripto. China juga mengingatkan investor agar tidak memperdagangkan uang kripto spekulatif.

Sebelum adanya tindakan keras oleh China, pelemahan pasar kripto juga disebabkan oleh komentar dari CEO Tesla, Elon Musk yang telah menangguhkan Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk membeli mobil Tesla, dikarenakan adanya dampak lingkungan yang serius seiring masifnya proses penambangan Bitcoin.

Tapi tak semua buruk lho…

Ada kabar baik. Para ahli mengatakan volatilitas harga kripto tidak selalu seburuk seperti saat ini. Bitcoin tidak lagi didominasi oleh investor ritel. Manajer investasi dan perusahaan keuangan di Amerika Serikat (AS) juga telah ikut membanjiri pasar kripto pada tahun lalu.

Dengan semakin banyak investor institusional yang masuk Bitcoin, maka beberapa perusahaan sudah memberikan legitimasi yang baru ditemukan di cryptocurrency dan membantu mereka untuk menghapus risiko reputasinya.

“Secara historikal, dengan adopsi Bitcoin yang lebih besar dan pengembangan produk turunannya, volatilitas bitcoin dapat terus menurun,” kata Ria Bhutoria, mantan direktur penelitian untuk Fidelity Digital Assets, dikutip dari International.

Investor kawakan kripto, Bill Miller pun ikut berkomentar dalam wawancara awal tahun ini.

“Salah satu hal yang menarik di Bitcoin adalah semakin menarik nilainya, maka risikonya juga akan semakin tinggi,” kata Miller.

TIM RISET  INDONESIA

Baca:

Penasaran Kenapa Bitcoin Cs Ambles? Ini Dia Penjelasannya

[Gambas:Video ]

(tas/tas)