Biar Jakarta DIguyur Hujan, Rupiah Rasanya Tetap Tegar!

ilustrasi uang

Jakarta, – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat usai penutupan perdagangan pasar akhir pekan lalu dibandingkan hari ini, Senin (8/2/2021), mengutip data Refinitiv:

Periode

Kurs 5 Februari (15:01 WIB)

Kurs 8 Februari (07:22 WIB)

1 Pekan

Rp14.047

Rp 14.010,56

1 Bulan

Rp14.089

Rp 14.086,75

2 Bulan

Rp14.129,5

Rp 14.095,5

3 Bulan

Rp14.176,5

Rp 14.187,3

6 Bulan

Rp14.329,5

Rp 14.281,55

9 Bulan

Rp 14.477

Rp 14.422,61

1 Tahun

Rp 14.630

Rp 14.583,68

2 Tahun

Rp 15.343

Rp 15.343


Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada
5 Februari pukul 14:40 WIB:

Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.070

3 Bulan

Rp 14.190

Baca:

Waspada Banjir! Ngaruh ke IHSG Nggak Ya…

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

Baca:

Dolar AS Kesetanan, Rupiah Loyo Lawan Mata Uang Asia-Eropa

TIM RISET

(aji/aji)