Blak-blakan Pedagang Pasar Tanah Abang Soal Efek KRL Dibatasi

Ilustrasi Pasar Tanah Abang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT KAI memutuskan untuk membatasi jadwal KRL yang berhenti di Stasiun Tanah Abang Mulai kemarin, Senin (3/5/2021), yakni kereta tidak akan berhenti mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Tujuannya demi mencegah kerumunan di Pasar Tanah Abang dalam beberapa hari terakhir. Kebijakan tersebut lantas mendapat respons dari pedagang yang sehari-hari beroperasi di pasar tersebut.

Pilihan Redaksi
  • 2 Ribu Orang Positif Covid-19 Masuk ke RI, Kok Bisa?
  • Ada ‘Ledakan’ Kerumunan Tanah Abang, Harus Sedih atau Happy?
  • Ritel ‘Berdarah-darah’, HERO Disuntik Induknya Rp 776 M

“Pemerintah membatasi KRL nggak masalah buat pedagang, paling yang jadi masalah kasihan karyawan toko, porter-porter yang tinggal daerah Serpong, Rangkasbitung, kesulitan dapat keretanya,” kata Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang Yasril Umar kepada , dikutip Selasa (4/5/2021).

Ia mengatakan saat akses pulang menuju rumah dari stasiun terdekat terkena hambatan, maka cara termudahnya adalah menjangkau stasiun lain yang lebih dekat. Sehingga karyawan maupun porter-porter yang biasa mengangkut beragam barang menempuh stasiun terdekat dengan jalan kaki.

“Bisa-bisa jalan kaki sampai Palmerah. Dulu waktu Stasiun Tanah Abang ditutup, mereka jalan kaki ke Palmerah, jalan di pinggir rel malah. Tahun-tahun kemarin ketika ada demo, kerusuhan kan ditutup, nggak berhenti di Tanah Abang keretanya. mereka jalan kaki melalui Petamburan,” katanya.

Cara tersebut memang tidak bisa dibenarkan karena ada kekhawatiran mengenai keselamatan. Namun, ketika sudah menyangkut biaya, maka itu menjadi pilihan sulit.

“Karena nggak ada alternatif, naik bus mahal. Sementara mungkin rumahnya jauh dari tempat berhentinya bus, kalau dari stasiun ketika tiba di stasiun tujuan tinggal jalan,” katanya.

Mulai kemarin, Selasa 4 Mei 2021, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tidak melayani naik turun pengguna KRL pada pukul 15.00 – 19.00 WIB. Hal ini disebabkan naiknya traffic di stasiun tanah abang sebagai antisipasi penyebaran Covid – 19 dari adanya kepadatan menjelang hari Lebaran.

KAI Commuter mencatat pengguna KRL yang masuk dari stasiun Tanah Abang untuk menggunakan KRL hingga pukul 17.00 WIB tercatat 37.349 pengguna per Sabtu 1 Mei 2021 kemarin.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menjelaskan kebijakan ini diambil usai kunjungan dari Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya ke kawasan Tanah Abang pada Minggu 2 Mei 2021.

Dengan mempertimbangkan potensi kepadatan masyarakat yang hendak kembali ke daerah asalnya usai beraktivitas di kawasan Tanah Abang, maka pada sore hari Stasiun Tanah Abang sementara tidak melayani naik turun pengguna KRL.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)