‘BPOM’ India Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

(AP Photo/Kirsty Wigglesworth/FILE)

Jakarta, – Regulator obat India menyetujui vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk penggunaan darurat.

Melansir Reuters, Jumat (1/1/2021), perihal persetujuan vaksin AstraZeneca oleh regulator Obat India dikatakan oleh dua sumber yang mengetahui hal tersebut kepada Reuters.

Keputusan itu akan membuka jalan bagi peluncuran vaksin di India, yang memiliki jumlah infeksi Covid-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Sumber Reuters tersebut mengatakan, India ingin mulai melakukan vaksinasi, yang kemungkinan akan dilaksanakan pada Rabu mendatang. Sayangnya, sumber tersebut menolak disebutkan namanya, sebelum adanya pengumuman resmi dari pihak terkait.

Perwakilan dari Organisasi Pengendalian Standar Obat Pusat (CDSCO) India, yang juga merupakan para ahli, sudah bertemu dua kali pada minggu ini, dan menolak berkomentar.

CDSCO juga mempertimbangkan aplikasi otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dengan BioNTech Jerman, dan oleh Bharat Biotech India.

Baca:

Kamu Terdaftar Penerima Vaksin Covid-19? Cek di Aplikasi Ini

Sebelumnya, Inggris dan Argentina juga telah mengesahkan vaksin AstraZeneca untuk penggunaan darurat sebagai jalan dimulainya vaksinasi kepada masyarakat.

Vaksin AstraZeneca memang diketahui lebih murah dan lebih mudah untuk didistribusikan dibandingkan dengan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh berbagai pihak saat ini. Setidaknya vaksin AstraZeneca bisa menjadi salah satu game-changer vaksinasi secara global.

India telah melaporkan lebih dari 10 juta kasus penularan Covid-19, meskipun tingkat infeksinya telah turun secara signifikan dari puncaknya yang terjadi pada pertengahan September. Negara itu berharap dapat melakukan vaksinasi sebanyak 300 juta dari 1,35 miliar penduduknya, pada 6-8 bulan pertama di tahun ini.

Lebih dari 50 juta dosis vaksin AstraZeneca telah disimpan oleh produsen lokalnya, Serum Institute of India (SII) dan salah satu sumber mengatakan vaksin dapat mulai diangkut dari cold storage ke negara bagian India pada Sabtu pagi.

Meski pemerintah India belum menandatangani perjanjian pembelian dengan SII, perusahaan mengatakan akan fokus pada pasar dalam negeri terlebih dahulu, dan kemudian mengekspor – terutama ke negara-negara Asia Selatan dan Afrika.

[Gambas:Video ]

(miq/miq)