BRIS Siap Masuk 10 Top Bank Syariah Global, Siapa Jawaranya?

AP Photo/Hasan Jamali

Jakarta, – Jagat pasar modal Indonesia saat ini masih dihebohkan dengan mega merger bank-bank syariah BUMN, yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dengan PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM).

BRIS akan menjadi bank hasil penggabungan (surviving entity) dalam merger tiga bank syariah BUMN yang ditargetkan efektif pada 1 Februari 2021.

Data perdagangan BEI mencatat, saham BRIS pada perdagangan Jumat pekan lalu ditutup minus 6,92% di level Rp 1.210/saham. Meski demikian, dalam 1 bulan terakhir secara akumulatif saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ini masih naik 57,14% dan 3 bulan terakhir melesat 155,27%.

Adapun dalam 6 bulan terakhir saham BRIS meroket 527% akibat sentimen positif merger ini.

Baca:

Cerita Ustad Yusuf Mansur Ogah Lepas Saham BRIS

Dari proses merger ini, bank hasil merger yang sementara ini masih bernama BRISyariah ditargetkan bakal masuk 10 besar bank syariah dunia dengan kategori kapitalisasi pasar.

Jika dilihat dari aset, BRIS menjadi yang paling kecil di ketiga bank. Per Juni 2020, aset BRIS hanya Rp 49,5 triliun. Bandingkan dengan Bank BNI Syariah dengan aset Rp 50,7 triliun dan BSM menjadi pemilik aset paling besar yaitu mencapai Rp 114,4 triliun.

Ketua Project Management Office Integrasi (PMO) dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi mengatakan total aset bank hasil penggabungan ini nantinya akan mencapai Rp 215,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.

Tidak hanya memiliki aset jumbo, bank hasil leburan ini juga memiliki total pembiayaan sebesar Rp 165 triliun atau setara dengan 44,99% total pembiayaan seluruh bank syariah dan UUS (unit usaha syariah) di Indonesia yang berada di angka Rp 368 triliun.

Terkait dengan merger ini, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menjadi pemegang saham mayoritas dari BRIS, dengan kepemilikan sebesar 51,2%.

Baca:

Ma’ruf Amin: Merger 3 Bank Syariah Jadikan RI Pemain Global

Komposisi pemegang saham pada lainnya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) 25,0%, BBRI 17,4%, DPLK BRI – Saham Syariah 2% dan investor publik tersisa 4,4%.

Lantas siapa yang saat ini masih merajai deretan papan atas bank syariah global yang akan coba dimasuki oleh BRIS?

Berdasarkan data dari The Asian Banker, per akhir 2019, posisi pertama 10 besar bank syariah dunia berdasarkan total asetnya dipegang oleh Al Rajhi Bank di Arab Saudi.

Total aset yang dimiliki Al Rajhi Bank sebesar US$ 97,29 miliar atau setara dengan Rp 1.430 triliun (kurs Rp 14.700/US$).

Berdasarkan situs resminya, bank ini didirikan pada 1957 dan menjadi salah satu bank terbesar di dunia dengan total aset SR (Saudi riyal) 343 miliar (US$ 80 miliar), modal disetor SR 25 miliar (US$ 6,67 miliar) dan basis karyawan lebih dari 9.600 karyawan.

Dok. Al Rajhi BankFoto: Dok. Al Rajhi Bank
Dok. Al Rajhi Bank

Adapun di posisi ke-10, mengacu data The Asian Banker, dipegang oleh Bank Rakyat di Malaysia, dengan total aset yang dimilikinya sebesar US$ 25,84 miliar atau setara Rp 380 triliun.

Sedangkan BRIS pada akhir 2019 berada di urutan ke-55 dari 100 bank syariah dunia, dengan total aset yang dimilikinya saat itu sebesar US$ 2,62 miliar atau Rp 39 triliun.

Dengan proses merger ini, BRIS diharapkan dapat menduduki posisi 10 besar bank syariah global.

“Integrasi ini lebih dari sekadar corporate action,” kata Hery Gunardi yang juga eks Wakil Dirut Bank Mandiri ini.

“Mengawal dan membesarkan bank syariah terbesar di negeri ini sesungguhnya adalah amanah yang besar.”

“Saya, mewakili PMO, diamanahkan oleh Pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia.”

Dia mengatakan, BRIS nantinya akan memiliki modal dan aset yang kuat dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi, maupun produk dan layanan keuangan untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah.

Dengan demikian, ke depan bank ini diharapkan akan meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya saing untuk mencapai visi menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi kasar secara global dalam waktu 5 tahun ke depan.

TIM RISET

Baca:

Cuan Tipis, tapi Rerata Transaksi di Bursa RI Rp 9 T/hari

[Gambas:Video ]

(chd/chd)