BUMI Laporkan Rugi US$ 35,1 Juta di Kuartal I-2020

Tambang Kaltim Prima Coal

Jakarta, – Emiten produsen batu bara terbesar di Indonesia PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan rugi bersih di kuartal I-2020 sebesar US$ 35,1 juta atau setara dengan Rp 508,95 miliar (kurs Rp 14.500). Pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, BUMI masih mencatatkan laba US$ 48,4 juta.

Dalam siaran pers yang diterima , manajemen menjelaskan alasan kerugian karena penurunan tajam harga batubara yang dimulai sejak akhir 2018 karena perang dagang China dan Amerika Serikat.

Baca:

Bos Bakrie: Proyek Gasifikasi Rp 36 T Serap 5.000 Pekerja

“Pada kuartal I-2020, harga batu bara mencapai titik terendah sejak 2016 karena Coronavirus dan lockdown di banyak negara
yang mempengaruhi permintaan batubara,” ujar manajemen BUMI.




Selanjutnya, BUMI juga telah menghasilkan lebih banyak batubara kalori tinggi dari Arutmin yang meningkatkan rasio nisbah kupas. Adapun alasan terakhir adalah kontribusi anak usaha lebih rendah.

Pada kuartal I, pendapatan BUMI turun 4% menjadi US$ 1,08 miliar, dibandingkan setahun sebelumnya US$ 1,12 miliar. Sementara beban pokok pendapatan naik 3% menjadi US$ 949,2 juta.

Selama kuartal I, BUMI mencatatkan penjualan 21,5 juta ton, naik 3% dari setahun sebelumnya 20,8 juta ton. Peningkatan penjualan disumbang oleh Arutmin yang naik 9% menjadi 6,3 juta ton.

(dob/dob)