Bursa Rontok, Diam-diam Asing Serok 10 Saham Ini

Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, – Investor asing rama-ramai melakukan aksi beli bersih (net buy) di sejumlah saham-saham blue chip atau unggulan pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hingga 1,27% pada perdagangan Rabu kemarin (19/5/2021).

Beberapa saham unggulan yang diburu investor di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), hingga PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Sementara sisa saham lainnya dari kategori saham lapis kedua dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 50 triliun.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, IHSG ditutup di level 5.760, anjlok 1,27% dari perdagangan hari sebelumnya. Nilai transaksi tercatat Rp 10 triliun dengan volume perdagangan 17,10 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan 1,04 juta kali.

Baca:

Saham ‘Milik’ Raffi Ahmad Jawara Lagi, Panin-Sentul Nyungsep!

Ada 332 saham ambruk, 157 saham naik, dan sisanya stagnan 143 saham. Investor asing melakukan jual bersih di pasar reguler kemarin mencapai Rp 273 miliar.

Namun di tengah ambruknya pasar saham RI ini, sejumlah saham masih menjadi buruan investor, kendati harga sahamnya banyak tertekan.

10 Top Net Foreign Buy (19 Mei), Reguler

1. Chandra Asri (TPIA), net buy Rp 35 M, saham -6,58% Rp 7.450

2. Tower Bersama (TBIG), Rp 19 M, saham -2,82% Rp 2.410

3. Astra International (ASII), Rp 19 M, saham -1,94% Rp 5.050

4. Kalbe Farma (KLBF), Rp 17 M, saham -0,34% Rp 1.445

5. Indofood Sukses (INDF), Rp 14 M, saham flat Rp 6.375

6. United Tractors (UNTR), Rp 10 M, saham -0,11% Rp 21.875

7. Medikaloka Hermina (HEAL), Rp 9 M, saham +3,87% Rp 4.830

8. Unilever (UNVR), Rp 6 M, saham -2,24% Rp 5.450

9. Sarana Menara (TOWR), Rp 5 M, saham flat Rp 1.175

10. Link Net (LINK), Rp 1 M, saham flat Rp 4.000

Baca:

Dahlan Soroti ‘Bandar’ Saham, Singgung Bentjok & Trader Tesla

Dari 10 saham di atas, hanya tiga saham yang berkapitalisasi pasar (market capitalization) di atas Rp 100 triliun alias big cap. Mereka adalah Chandra Asri (Rp 133 triliun), Astra (Rp 204 triliun), dan Unilever (Rp 208 triliun).

Dengan koreksi ini, sebetulnya IHSG sudah jatuh 2,83% dan ambles 5,35% dalam sebulan terakhir. Menanggapi rontoknya pasar saham RI dan rendahnya transaksi harian, Head of Research PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Nico Laurens menjelaskan, penurunan nilai transaksi saham di bursa saham domestik disebabkan investor global yang lebih memilih menempatkan asetdi bursa saham yang lebih defensif seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Hal tersebut sejalan dengan progres vaksinasi massal yang lebih cepat ketimbang di Indonesia. Kondisi ini memicu keyakinan bisnis maupun consumer confident terjadi lebih cepat di negara-negara maju.

Sebagai perbandingan saja, di AS, jumlah warga yang divaksinasi sudah mencapai 30% sampai dengan 40% dari total populasi, sedangkan Indonesia masih di bawah 10% populasi.

“Concern investor kondisinya lagi sedikit risk off sekarang, dari sisi alokasi aset lebih banyak di capital market yang defensif di Eropa dan AS,” kata Nico, dalam wawancara dengan di program InvesTime.

Baca:

Wah! Kena PKPU, Plafon Rp 4,4 T buat Sritex Disetop Perbankan

[Gambas:Video ]

(tas/tas)