Cadev Aman, IHSG Terbang Hari Ini?

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta,  – Pasar saham dan obligasi menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2020) didorong ekspektasi pemulihan ekonomi, meski rupiah melemah karena aksi ambil untung jelang rilis cadangan devisa per Juli. Untuk sementara, kabar positif dari luar negeri masih kondusif untuk jalan penguatan bagi indeks bursa nasional hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,03% ke level 5.178,27. Secara umum, nilai transaksi bursa mencapai Rp 11,1 triliun. Sebanyak 271 saham menguat, 158 melemah, dan 151 lainnya flat.

Baca:

Angin Sejuk dari Wall Street! Nasdaq Rekor, Tembus 11.000

Investor asing mencetak jual bersih (net sell) senilai Rp 11 miliar di pasar reguler.  Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan jual bersih Rp 135 miliar dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang mencatatkan net sell Rp 45 miliar.

Bursa di kawasan Asia terpantau bervariatif. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,69%, indeks Shanghai di China naik 0,3%, sedangkan Indeks STI di Singapura tumbuh 1,04%.

Keyakinan konsumen Indonesia terus membaik sering dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) belum menyentuh 100, tetapi menunjukkan tren peningkatan.

“Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2020 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik, meskipun masih berada pada zona pesimis (

Ekspektasi pemulihan ekonomi global muncul setelah Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/ PMI) non-manufaktur di Amerika Serikat (AS) per Juli mengindikasikan ekspansi, dengan berada di level 58,1. Angka itu lebih baik dari posisi Juni (57,1). Ekonom dalam polling Dow Jones semula memprediksi angkanya di level 55.

Baca:

Ditopang Cadev, Fitch Sematkan Rating ‘BBB’ Samurai Bond RI

Di pasar obligasi, surat utang pemerintah berjatuh tempo 10 tahun seri FR0082 yang menjadi acuan harga di pasar tercatat menguat, yang terlihat dari penurunan imbal hasilnya (yield).

Data Refinitiv menyebutkan imbal hasil obligasi tersebut berada di level 6,799% atau melemah dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya di 6,832%. Sebagai catatan, imbal hasil dan harga bergerak berlawanan arah.

Namun, nilai tukar rupiah justru ditutup melemah 0,41% ke level Rp 14.580/US$ terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski sempat menguat di awal sesi perdagangan sebesar 0,48% ke Rp 14.450/US$. Namun satu jam kemudian rupiah berbalik melemah, dan terus tertahan di zona merah hingga sesi penutupan.