Chicago Rusuh, Penjarahan dan Pembakaran Terjadi di AS

A protester carries the carries a U.S. flag upside, a sign of distress, next to a burning building Thursday, May 28, 2020, in Minneapolis. Protests over the death of George Floyd, a black man who died in police custody Monday, broke out in Minneapolis for a third straight night. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, – Demonstrasi di Chicago, Michigan Aveneu, Amerika Serikat (AS) rusuh. Sedikitnya 13 petugas terluka dan seorang penjaga keamanan serta seorang warga sipil terkena tembakan, Senin (10/8/2020) malam.

Polisi bahkan menangkap lebih dari 100 orang. Massa menjarah toko, memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas selama berjam-jam.

Baca:

Gawat! Trump Dievakuasi, Penembakan di Luar Gedung Putih

Pengawas Polisi David Brown menyebut aksi massa bukan protes terorganisir. “Sebaliknya ini adalah insiden kriminalitas murni,” kata Brown dalam konferensi pers sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (11/8/2020).

Gambar di media sosial menujukan etalase toko dihancurkan dan orang-orang melarikan diri. Michigan Avenue adalah distrik komersial kelas atas yang dikenal sebagai Magnificent Mile.

Brown mengatakan awalnya massa datang karena melihat unggahan di media sosial. Akibatnya seorang pria berusia 20 tahun diinterogasi di lapangan.

Namun pria itu tiba-tiba melarikan diri dan menembakkan senjata. “Setelah penembakan, kerumunan berkumpul. … Amarah berkobar, dipicu oleh informasi yang salah saat sore hari hingga malam, “kata Brown.

Baca:

Wuzzz.. Pesawat Tempur China Lewati Taiwan Saat Kunjungan AS

Walikota Lori Lightfoot mengatakan hal ini tidak terkait tanggapan atas kematian George Floyd di tangan polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu. Kematian Floyd membuat demonstrasi anti rasisme merebak di AS.

Sementara itu, Presiden AS Donal Trump juga dievakuasi saat melakukan konferensi pers di Gedung Putih. Penembakan terjadi di luar istananya namun sudah diamankan petugas.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)