Jakarta () – Band folk-pop Daun Jatuh merilis single terbaru berjudul "Tak Selaras" yang berdasarkan cerita pribadi salah satu personelnya.

William yang merupakan bassist Daun Jatuh melalui keterangan pers yang dikutip pada Sabtu mengatakan, "Tak Selaras" merupakan gambaran sudut pandang seseorang yang pernah merasa berjuang tapi tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Di dalam lagu ini dia masih mengharapkan semua yang dulu diinginkannya, dengan memberikan pilihan kepada pasangannya untuk tetap bersama atau mengakhiri semua yang sudah dibangun," ujarnya.

"Tak Selaras" memiliki konsep yang menunjukkan ciri khas band asal Tangerang tersebut, yakni musik minimalis dengan rythm yang pelan dan fokus pada mood yang diciptakan lagunya.

"Semua lagu ini bisa menjadi per untuk orang-orang yang merasakan ketidakselarasan dalam hubungan namun tidak berani mengungkapkan kepada pasangannya," kata Verrel sang vokalis.

Single "Tak Selaras" diciptakan oleh para personel Daun Jatuh dan diproduseri oleh Ibu Dian (Matter Halo) yang banyak berkontribusi dalam produksi single artis dan grup indie besar seperti Nadin Amizah, Dere, dan Hindia.

"Tak Selaras" yang merupakan single kedua Daun Jatuh bersama Warner Music Indonesia itu hadir dalam format Atmos yang memberikan pengalaman audio dengan keindahan mixing dan mastering yang canggih.

Sebelumnya, Daun Jatuh merilis "Momen" yang mendapatkan respon baik dari para penggemarnya yang dikenal dengan sebutan Hamparan Hijau. Video musik lagu tersebut telah ditonton sebanyak 785 ribu kali di YouTube.

Selain itu, single lain Daun Jatuh berjudul "Resah Jadi Luka" juga sempat viral di TikTok dan saat ini berada di peringkat 102 di Spotify Top 200 Weekly. Official audio lagu tersebut juga sudah mencapai 25 juta penayangan di YouTube.

Baca juga: Duara hadirkan "Hilang" sebagai lagu Bahasa Indonesia pertamanya

Baca juga: Bennett A.K. ajak hidup seimbang lewang lantunan "Switch Sides"

Baca juga: Widi Asmoro angkat isu kesehatan mental lewat "Runner's Dilemma"

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © 2021