Diremukan Lagi Mutasi Baru Covid-19 Inggris, Kebal Vaksin?

INFOGRAFIS, Ini Gejala Corona Varian Baru

Jakarta, – Varian baru virus corona yang pertama kali ditemukan di Inggris atau B.1.1.7 bikin pusing para ilmuwan karena 70% lebih menular dari varian sebelumnya. Kini mutasi baru corona ditemukan lagi di Inggris diberi nama E484K.

Menurut Calum Sample, ahli kedokteran wabah Inggris, mutasi baru ini terjadi secara spontan di Kent, Inggris Tenggara. “Mutasi yang paling memprihatinkan, yang kami sebut E484K, juga terjadi secara spontan di wilayah Inggris lainnya,” ujar Calum Sample seperti dihimpun dari Reuters, Kamis (4/2/2021).

Pilihan Redaksi
  • Menristek Beberkan Kabar Terbaru Vaksin Covid Made in RI
  • Menristek: RI Ketinggalan Dalam Riset Vaksin Covid-19
  • Data Kemenkes: 69.388 Nakes Divaksinasi Covid-19 Hari ini

Berdasarkan laporan Public Health England (PHE), E484K ini telah menjadi bagian tanda genetik dari varian baru corona yang dihubungkan dengan Afrika Selatan dan Brasil.

Menurut laporan PHE, mutasi baru saja terdeteksi pada setidaknya 11 sampel strain B.1.1.7 Inggris. Kemungkinan beberapa sampel ini bermutasi secara independen, alih-alih menyebar dari satu kasus.

Ini bisa berarti varian yang sudah diketahui lebih mudah menular ini juga berisiko menjadi agak kebal terhadap perlindungan kekebalan yang ditawarkan oleh vaksin, atau lebih mungkin menyebabkan infeksi ulang di antara orang yang sebelumnya terinfeksi, menurut para ahli.

“Tampaknya ini bukan berita bagus untuk kemanjuran vaksin,” kata Joseph Fauver, Epidemiologi di Yale School of Public Health, seperti dikutip dari CNN International.

Joseph Fauver menambahkan, temuan baru juga merupakan sesuatu yang terus dipantau di AS, di mana upaya untuk mencari varian corona melalui pengurutan genetik telah tertinggal di belakang Inggris.

“Fakta bahwa kami hanya melihat ini di Inggris mungkin merupakan hasil dari program pengawasan genom yang kuat,” kata Fauver.

[Gambas:Video ]

(roy/sef)