Disebut-sebut Erick Jadi Contoh BUMN, Segede Apa Ping An?

Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 (Tangkapan Layar Youtube Bappenas RI)

Jakarta,  Indonesia – Pemerintah sudah meresmikan Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan dengan nama Indonesian Finansial Group (IFG), nama baru PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Bahana) sejak Maret 2020.

Anggotanya yakni PT Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Bahana Kapital Investa dan PT Graha Niaga Tata Utama.

IFG merupakan holding yang dibentuk untuk berperan dalam pembangunan nasional melalui pengembangan industri keuangan lengkap dan inovatif melalui layanan investasi, perasuransian dan penjaminan. Pembentukannya berdasarkan PP Nomor 20 tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 dan Bahana atau IFG ini mendapatkan konsolidasi aset sebesar Rp 72,5 triliun (per Maret 2020).

Baca:

Erick Thohir Rombak Komisaris IFG, Ini Dia Komisaris Barunya

Rabu pekan lalu (28/4), IFG meluncurkan salah satu lini bisnis barunya yakni IFG Progress yang akan fokus pada primary riset dan secondary riset terkait isu-isu yang mengemuka di industri jasa keuangan. Sebelumnya IFG juga mendirikan IFG Life untuk menyelamatkan restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Peresmian IFG Progres ini disambut baik oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, yang juga mengatakan bahwa ia menginginkan grup holding IFG ini bisa sebesar perusahaan asuransi asal China Ping An.

Kok bisa Ping An jadi benchmark oleh Menteri BUMN?

Memang sebagus apa sih sebenarnya perusahaan asuransi ini?

Apakah IFG perlu mencontoh sepak terjang perusahaan asal China ini?

Lantas siapa pemegang saham dan bisnis apa saja yang dilakukan perusahaan asuransi ini?

NEXT: Siapa Sebenarnya Ping An?

Baca:

7 BUMN Bakal Dibubarkan, Tak Ada Operasional Sama Sekali