Duh! Harga Emas Naik, 6 Saham Emiten Emas Rontok Semuanya

Dok Antam

Jakarta,  Indonesia – Harga saham emiten-emiten yang fokus pada bisnis emas, termasuk perdagangan dan pertambangannya, kompak melorot pada perdagangan Rabu kemarin (6/1/2021). Penurunan terparah dicatatkan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) -4,55%.

Data perdagangan mencatat, penurunan harga saham emiten emas ini bersamaan dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,17% ke level 6.065,68 pada perdagangan Rabu (6/1/21).

Baca:

PSBB Ketat Jilid 2 Diterapkan, Bagaimana Nasib IHSG?

Berikut kinerja saham-saham emiten emas:

1. J Resources Asia Pasifik (PSAB), saham -4,55% Rp 252, 3 bulan 31,94%

2. Merdeka Gold Copper (MDKA), saham -2,93% Rp 2.650, 3 bulan +70,42%

3. Wilton Makmur Indonesia (SQMI), saham -2,66% Rp 366, 3 bulan 120,48% 

4. United Tractors (UNTR), saham -1,90% Rp 25.800, 3 bulan +11,21%

5. Hartadinata Abadi (HRTA), saham -1,55% Rp 254, 3 bulan +30,93%

6. Aneka Tambang Tbk (ANTM), saham -0,45% Rp 2.220, 3 bulan +204,11%

Baca:

PGN Bantah Dikaitkan dengan Endorse Putra Jokowi Kaesang

Berdasarkan data BEI, terpantau terdapat beberapa emiten yang valuasinya masih tergolong murah. Misalnya, Hartadinata Abadi dari sisi perbandingan laba bersih dengan harga pasar yakni Price to Earnings Ratio (PER), rasionya berada di kisaran 6,88 kali.

Valuasi ini tergolong murah sebab biasanya rule of thumb valuasi suatu perusahaan bisa dikatakan murah apabila PER-nya berada di bawah 10 kali.

Bahkan apabila dianalisis lebih lanjut menggunakan metode valuasi perbandingan harga buku dengan harga pasar yakni Price to Book Value (PBV) maka PBV HRTA berada di kisaran 0,89 kali lagi-lagi tergolong murah karena masih berada di bawah 1 kali.

HRTA adalah emiten yang bergerak di bidang perdagangan emas atau logam mulia. Sementara PER yang lain tergolong tinggi, di antaranya MDKA 51,31 kali, UNTR 96,24 kali, dan ANTM 47,87 kali.

Dalam hal harga emas, pada perdagangan Rabu, harga logam mulia Aneka Tambang atau dikenal sebagai emas Antam akhirnya menguat. Rabu (6/1/2021), harga dasar emas batangan Antam naik Rp 6.000 atau menguat 0,62% dibanding Selasa.

Berdasarkan update di situs Logammulia.com, harga 1 gram emas batangan Antam dibanderol di Rp 981.000 pada 09.15 WIB. Untuk harga NPWP (+pajak 0,45%) emas Antam dibanderol di Rp 985.000/gram. Sementara untuk harga non-NPWP (+pajak 0,9%) di Rp 989.000/gram.

Tim Riset  Indonesia mencatat, di sepanjang tahun 2020, harga emas Antam melesat 35% lebih. Animo masyarakat untuk membeli emas di tengah pandemi Covid-19 dan adanya resesi memang tinggi. Permintaan terhadap aset safe haven tersebut turut mendongkrak harganya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas Antam seperti harga emas dunia dan pergerakan nilai tukar. Namun karena berasal dari kelas aset yang sama, harga emas Antam punya korelasi kuat dengan harga emas dunia.

Kenaikan harga emas Antam ‘mengekor’ kenaikan harga emas dunia yang kini sudah hampir menyentuh level US$ 1.950/troy ons. Fundamental emas memang kuat ditopang dengan suku bunga yang rendah, tren pelemahan dolar AS dan imbal hasil riil aset safe haven lain (obligasi pemerintah AS) yang negatif.

Ekspektasi inflasi tinggi juga menjadi sentimen yang mengerek harga emas mengingat fungsinya juga sebagai salah satu aset lindung nilai dari kenaikan harga.

Baca:

RI Ingin Jadi Raja Baterai, MIND ID Beberkan Persiapannya

[Gambas:Video ]

(tas/tas)