Gokil! Wall Street Ngamuk, SdanP Cetak Rekor dalam Sejarah

Emiten Wall Street. AP

Jakarta,  Indonesia – Indeks acuan S&P 500 di bursa Wall Street AS ditutup melonjak pada Kamis (1/4/2021) atau Jumat dini hari waktu Indonesia (2/4) untuk pertama kalinya di atas angka 4.000 dalam sejarah, terkerek kenaikan saham dari Microsoft, Amazon dan Alphabet, serta optimisme tentang pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.

Saham Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Nvidia melonjak 2% atau lebih, bersama dengan kenaikan saham-saham teknologi yang menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sektor ini setelah tertinggal dalam beberapa pekan terakhir.

Deretan saham teknologi yang dinilai punya prospek bagus ini diperkirakan akan terus melejit karena ekonomi mulai pulih dari pandemi virus korona.

Saham induk Google, Alphabet juga mencatatkan reli 3,3%, menyentuh rekor penutupan tertinggi yang pernah ada.

Saham Alphabet Inc dengan kode GOOGL di Bursa Nasdaq ditutup /saham melesat 3,26% di posisi US$ 2.129. Adapun saham Microsoft dengan kode MSFT di Nasdaq juga ditutup meroket 2,79% di US$ 242,35/saham.

Baca:

Diam-diam Menlu China & Iran Kian Mesra, Sindir Biden?

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik secara tak terduga pekan lalu.

Namun, data lain dilansir Reuters menunjukkan ukuran aktivitas manufaktur melonjak ke level terkuat dalam lebih dari 37 tahun pada Maret, dengan lapangan kerja di pabrik tertinggi sejak Februari 2018.

Menurut data Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,52% dan berakhir di level 33.153,21, sedangkan S&P 500 naik 1,18% menjadi 4.019,87 dan Nasdaq Composite naik 1,76% menjadi 13.480,11.

Dengan rekor terbarunya, S&P 500 melesat sekitar 7% tahun ini, dan telah meroket 80% dari level terendahnya pada Maret 2020.

“Kami masih bullish untuk tahun ini, dan kami pikir dengan stimulus, dengan The Fed [bank sentral AS] berkomitmen untuk bersikap dovish [tak agresif], dengan pembukaan kembali ekonomi karena lebih banyak warga AS yang divaksinasi, secara keseluruhan Anda akan melihat pendapatan perusahaan cukup baik,” Kata King Lip, Kepala Strategi Investasi di Baker Avenue Asset Management di San Francisco, dikutip Reuters, Jumat (2/4).

Baca:

Rebalancing Saham-Reksa Dana, Begini Penjelasan BP Jamsostek!

Pasar saham AS akan tutup untuk memperingati Jumat Agung. Pada perdagangan singkat pekan ini, S&P 500 naik 1,1%, Dow Jones naik 0,25% dan Nasdaq melejit 2,6% dalam sepekan.

Volume perdagangan di bursa AS cukup rendah di 10,5 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Level indeks Nasdaq tetap sekitar 5% di bawah rekor tertinggi penutupan 12 Februari, masih ‘redup’ dipengaruhi sentimen imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi dan merugikan saham-saham teknologi.

Sebanyak delapan sektor di indeks S&P 500 naik, dengan peningkatan saham sektor teknologi, layanan komunikasi, dan energi lebih dari 2%.

Saham Micron Technology Inc melonjak 4,8% setelah pembuat chip tersebut memperkirakan pendapatan fiskal kuartal ketiga di atas perkiraan Wall Street karena permintaan yang lebih tinggi untuk chip memori, berkat smartphone 5G dan perangkat lunak kecerdasan buatan.

Saham saingannya, Taiwan Semiconductor, yang terdaftar di AS naik 5,5% setelah perseroan mengatakan akan menginvestasikan US$ 100 miliar selama 3 tahun ke depan untuk memenuhi permintaan chip yang meningkat.

Baca:

Wall Street Dibuka Naik, S&P 500 Sentuh Level Psikologi 4.000

[Gambas:Video ]

(tas/tas)