Harap Bersabar! Ini Kabar Baru Kapan Vaksin Corona Siap Pakai

Dokter memperagakan proses vaksinasi saat simulasi pemberian vaksin di Puskesmas Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10). Pemerintah Kota Depok akan menggelar simulasi pemberian vaksin corona. Pemberian vaksin idealnya sebanyak 60 persen dari jumlah penduduk Kota Depok. Adapun yang hadir bukanlah warga sungguhan yang hendak divaksin. Hanya perwakilan dari Pemkot Depok saja. Terdapat sejumlah tahapan alur yang akan diterapkan Pemerintah Kota Depok dalam pemberian vaksin. Orang yang masuk dalam kriteria mendapat vaksin akan diundang untuk datang ke puskesmas. Nantinya mereka duduk di ruang tunggu dengan penerapan protokol kesehatan. Mereka kemudian menunggu giliran dipanggil petugas. Setelah itu masuk ke ruangan untuk disuntik vaksin. Orang yang telah divaksin akan diregistrasi petugas guna memantau perkembangannya secara berkala.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, – Penduduk Bumi harus lebih sabar menunggu kehadiran vaksin Covid-19 yang aman dan efektif. Pasalnya belum ada kepastian apakah tahun ini vaksin akan tersedia. Contohnya vaksin AstraZeneca.

Direktur uji vaksin Oxford University Andrew Pollard mengatakan kepada komite Science dan Teknologi Parlemen Inggris bahwa ia berharap data uji klinis tahap akhir vaksin akan tersedia sebelum akhir 2020. Namun ia belum bisa memastikan apakah vaksin akan tersedia sebelum 25 Desember 2020.

Pilihan Redaksi
  • Benarkah RI Terlalu Buru-buru Vaksinasi Covid-19?
  • Luhut: RI Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19 Pekan Ke-3 Desember
  • Tak Kenal Vaksin Maka Tak Kebal Covid-19

“Saya optimistis kami bisa memenuhi target itu [data hasil uji klinis tahap akhir] tahun ini,” ujar Andrew Pollard, seperti dikutip dari Business Insider, Kamis (5/11/2020). “Kecil kemungkinan vaksin akan tersedia sebelum Natal tahun ini.”

Vaksin Covid-19 AZD1222 dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford University. Vaksin ini dianggap sebagai salah satu terdepan untuk mendapatkan persetujuan regulator. Vaksin ini diperkirakan akan memberikan perlindungan selama satu tahun.

CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengungkapkan pada September lalu, vaksin yang dikembangkan perusahaan akan tersedia pada akhir tahun.

“Kami masih bisa mendapatkan vaksin akhir tahun ini, awal tahun depan,” ujarnya. Ia menambahkan perusahan bakal menggenjot produksi agar dapat mendistribusikan vaksin ke seluruh dunia pada awal tahun ini.

Sebelumnya uji klinis vaksin AstraZeneca sempat dihentikan sementara karena salah satu relawan di Inggris diketahui menderita penyakit langka setelah disuntik vaksin. Setelah ditelusuri penyakit tersebut tidak ada hubungannya dengan vaksin.

Vaksin AstraZeneca menjadi pembicaraan karena salah satu relawan di Brasil meninggal dunia. Setelah diselidiki relawan tersebut tidak mendapatkan vaksin sebenarnya, tetapi vaksin plasebo (semu).

[Gambas:Video ]

(roy/sef)