Hati-hati! Ada Aksi Kloning SIM Card Buat Bobol Rekening Bank

Siber Polri (CNBC Indonesia/Herdaru Purnomo)

Jakarta, – Kejahatan SIM Swap mengintai masyarakat Indonesia, terutama untuk mendapatkan data perbankan dari korban. Imbauan ini dikeluarkan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri dalam akun Twitter resminya.

Dalam unggahannya, pijak Siber Polri menjelaskan SIM Swap merupakan aktivitas penduplikasian SIM Card. Tujuannya untuk mendapatkan data pribadi korbannya.

Pilihan Redaksi
  • Waspada! Bareskrim Rilis Imbauan, Hati-hati WhatsApp Dibajak
  • Alert! Akun-Akun Bodong Bank Gentayangan di Dunia Maya
  • Pemerintah Berantas Praktik Impor Ilegal di e-Commerce

Aksi kejahatan ini biasanya dilakukan dengan mengambil alih SIM Card dari ponsel korban. Setelahnya pelaku kejahatan akan berusaha membobol rekening bank pada layanan mobile banking atau internet banking bank.

“SIM Swap adalah tindakan Duplikasi SIM Card untuk memperoleh data penting korban terutama data perbankan,” tulis Siber Polri, dikutip Rabu (17/3/2021).

[Gambas:Twitter]

Pihak Siber Polri juga memberikan empat cara untuk melindungi diri dari kejahatan ini. Pertama adalah dengan melindungi data pribadi di dunia maya.

Lalu password yang digunakan haruslah yang unik dan kuat. Pada operator telepon, harus menggunakan kode pin dan terakhir pihak Siber Polri meminta masyarakat mengaktifkan peringatan transaksi baik di SMS ataupun email.

Siber Polri juga melakukan himbauan pada masyarakat yang melakukan belanja online. Masyarakat diminta berhati-hati karena pelaku kejahatan juga mengincar data kartu kredit atau Formjacking.

Formjacking merupakan pengambilan data kartu kredit dengan cara coding ilegal yang telah dipasang di toko online. Siber Polri mengingatkan masyarakat memastikan berbelanja di toko online yang terpercaya.

“Sebelum memutuskan untuk belanja online, pastikan toko online punya brand besar dan terpercaya,” kata Siber Polri.

[Gambas:Video ]

(roy/roy)