Heboh Citigroup Cabut, Bos Citi Indonesia Buka Suara

Citi Indonesia Raih Penghargaan Sebagai Salah Satu Bank Berpredikat. (Dok: Citi)

Jakarta, – Raksasa keuangan asal Amerika Serikat (AS), Citigroup, memutuskan untuk mencabut layanan retail banking-nya di Indonesia. Bukan hanya RI, hal senada juga dilakukan di 12 negara lain.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi memberikan tanggapan terkait ini. Ia berujar strategi ini akan menciptakan peluang besar pagi perusahaan.

Pilihan Redaksi
  • Breaking News: Citigroup Cabut dari Bisnis Retail Banking RI
  • Selain Indonesia, Citigroup Juga Cabut dari 12 Negara Ini

Ia pun menegaskan tak ada perubahan langsung pada operasi di Tanah Air. Ia menjamin tak ada dampak langsung ke karyawan.

“Penyegaran strategi oleh Citi ini akan menciptakan peluang besar bagi kami untuk menawarkan nilai proposisi yang berbeda dan unik kepada para klien kami, saat kami memasuki fase baru pertumbuhan dan transformasi yang berfokus pada bisnis perbankan institusional kami,” katanya dalam pernyataan pers, diterima , Jumat (16/4/2021).

“Tidak akan ada perubahan langsung pada operasi kami di Indonesia, dan tidak ada dampak langsung terhadap para karyawan kami setelah pengumuman ini. Untuk saat ini, kami akan terus melayani klien dan nasabah kami dengan penuh perhatian, empati, dan dedikasi yang sama seperti yang kami lakukan selama ini.”

Citigroup hadir di RI sejak 1968. Saat ini, menurut Batara bank melayani 90% dari 20 perusahaan terbesar di Indonesia dan mengumpulkan dana sebesar lebih dari US$ 10 miliar untuk para klien di tahun lalu.

Sebelumnya, Citigroup memutuskan untuk mencabut layanan bisnis retail bankingnya dari 13 negara. Selain RI, ada Australia, Bahrain, China, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Bank tersebut sebaliknya akan mengoperasikan jasa perbankan konsumen di empat pusat keuangan dunia yaitu Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab (UEA) dan London. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari tinjauan berkelanjutan atas strategi perusahaan oleh Chief Executive Officer Jane Fraser, yang mengambil alih bulan lalu.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)