Heboh Covid Malaysia, Negara Bagian Terkaya Bakal Tutup Total

Jakarta, – Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan akan mendorong penutupan total negara bagian Selangor. Negeri itu adalah kontributor utama produk domestik bruto dan lapangan kerja karena perannya sebagai pusat logistik dan industri di Malaysia.

Menteri Kesehatan Adham Baba menyebut jika melalui perintah kontrol pergerakan (MCO) yang sudah diberlakukan sejak pekan lalu tak berhasil membentuk lonjakan kasus dua minggu ini, mungkin ‘penguncian total’ akan diambil.

Baca:

Duh! 2 Orang RI Terpapar Mutasi ‘Raja Corona’ Afsel & Inggris

Dalam MCO yang berlaku sekarang hingga akhir pekan nanti pemerintah sudah melarang kegiatan sosial, perjalanan antar distrik dan meminta warga tetap tinggal di rumah, meski kegiatan bisnis masih boleh beroperasi.

“Jika MCO kini tak dapat menahan penyebaran, maka ‘MCO penuh’ akan menjadi sesuatu yang dipertimbangkan,” katanya dalam konferensi pers dikutip Channel News Asia dan Reuters, Senin (17/5/2021).

Baca:

Alert! Malaysia Resmi Lockdown Nasional Lagi Gegara Corona

Tidak jelas bagaimana konsep MCO penuh diberlakukan. Kemungkinan besar aktivitas ekonomi juga akan dilarang kecuali hal-hal mendesak.

Selangor adalah negara bagian terkaya dan terpadat di Negeri Jiran. Sejak 5 Mei 2021, lebih dari 1.000 kasus Covid-19 dilaporkan setiap hari.

Sementara itu, Strait Times menulis langkah tak lazim juga akan diambil Malaysia akibat fasilitas perawatan kesehatan yang semakin kritis. Bukan hanya lonjakan kasus, banyaknya pasien sakit kritis yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) menjadi penyebab.

Di Lembang Klang, tepatnya Rumah Sakit Sungai Buloh, Selangor, ICU sudah dalam kapasitas full. Otoritas setempat membangun kamar mayat darurat dengan menggunakan kontainer.

“Jenazah telah menumpuk di rumah sakit Sungai Buloh dengan 14 kematian akibat corona selama akhir pekan saja,” tulis media tersebut.

Kapasitas ICU yang penuh juga terjadi di negara bagian Penang, di mana kapasitas perawatan sudah menembus 100%. Media Singapura itu menulis, pemanfaatan ICU di Malaysia rata-rata sudah hampir 90% meskipun MCO sudah diberlakukan sejak 12 Mei.

Senin, Malaysia mencatat 4.446 infeksi baru dengan rekor 45 kematian dalam 24 jam. Malaysia mencatat lebih dari 470.000 kasus Corona dengan 1.902 kematian, di mana tingkat infeksi negeri itu tertinggi ketiga di Asia Tenggara setelah Indonesia dan Filipina.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)