Heboh Sinar Misterius Setelah Gempa Guncang Malang

Rain clouds are seen over the Kangra Valley after a rainfall in Dharmsala, India, Wednesday, July 22, 2020. (AP Photo/Ashwini Bhatia)

Jakarta, – Gempa 6,12 M terjadi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Pascagempa, netizen merekam munculnya sinar aneh di langit.

Beberapa melihat sinar berwarna-warni di balik gumpalan awan. Sebagian mengaitkan dengan sejumlah fenomena.

Lalu apakah sinar tersebut sebenarnya?

Pilihan Redaksi
  • Gempa M 6,7 Guncang Kab Malang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
  • Ini Daftar Daerah yang Terguncang Gempa Kab Malang
  • Gempa M 6,1 Guncang Jatim, BNPB: 6 Orang Meninggal

Kepala Stasiun Geofisika Malang Ma’muri mengatakan pihaknya memang menerima laporan munculnya sinar tersebut. Namun hanya di daerah Blitar.

Menurutnya secara keilmuan, fenomena itu tak bisa dikaitkan dengan peristiwa gempa. Apalagi sinar tersebut muncul di langit dan gempa di daratan.

“Nggak nyambung ya, tidak ada kaitannya gempa yang baru terjadi dengan sinar itu. Karena gempa disebabkan oleh aktivitas di dalam bumi. Sementara sinar itu terbentuk karena faktor cahaya matahari dengan awan yang berada di atas bumi atau di langit,” kata Ma’muri saat dikutip dari detikcom, Minggu (11/4/2021)

Ma’muri mengakui ada laporan terjadi hujan sangat lebat di wilayah Kabupaten Blitar. Di antaranya di Kecamatan Selorejo yang berbatasan dengan wilayah Karangkates, Kabupaten Malang.

Awan-awan tebal masih terbentuk di wilayah itu sehingga menutup sebagian sinar matahari yang sudah mulai bergeser ke arah barat. Karena gempa 6,1 M terjadi pada pukul 14.00.15 WIB.

“Sinar yang tampak itu cahaya matahari yang tertutup oleh awan tebal. Sehingga ada celah di awan yang meneruskan cahaya matahari. Bisa jadi seperti pelangi, karena faktor pembiasan matahari oleh titik-titik hujan,” jelasnya.

Posisi awan dan matahari, lanjutnya, sangat jauh di atas sana. Sehingga akan terlihat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain.

Ma’muri menegaskan sinar itu bisa dikatakan pelangi. Karena tidak hanya sinar merah yang tampak, tapi juga jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.

“Mungkin ada hujan kecil di sekitar situ atau embun sehingga terbentuklah pelangi. Karena pelangi terbentuk oleh pembiasan cahaya matahari oleh titik-titik hujan,” pungkas Ma’muri.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)