Heboh Trump Nyatakan ‘Perang’ Lagi, Kok Bisa?

President Donald Trump and first lady Melania Trump walk from the White House to board Marine One on the South Lawn, Wednesday, Jan. 20, 2021, in Washington. Trump is en route to his Mar-a-Lago Florida Resort. (AP Photo/Alex Brandon)

Jakarta, Indonesia – Donald Trump bukan lagi Presiden Amerika Serikat (AS). Sejak 20 Januari, ia sudah digantikan Joe Biden.

Namun pada Selasa (16/2/2021), dalam sebuah pernyataan resmi yang dikirim badan penggalangan dananya saat Pemilu, PAC, ia menyatakan perang. Bukan kepada negara tertentu, tetapi kepada pemimpin Partai Republik di Senat AS Mitch McConnel.

Baca:

Awas Biden Ngamuk! Roket Serang Pangkalan Militer AS, 1 Tewas

Mengutip Internasional, Trump berjanji akan “memerangi” McConnel yang ia gambarkan sebagai sosok suram, cemberut, pembajak politik yang jarang tersenyum. Kemarahan Trump terjadi setelah Senat AS mengatakan Trump bertanggung jawab atas kerusuhan di gedung kongres, The Capitol, 6 Januari lalu.

Surat pernyataan resmi itu diberikan mantan presiden ke-45 AS tersebut, tiga hari setelah sidang pemakzulannya berakhir. Di mana Trump dibebaskan dari persidangan tersebut.

Baca:

Bukan China Mr Xi Jinping, AS & Biden Lebih Disayang ASEAN

Namun hal itu telah membuat masalah kian rumit di Partai Republik. Ini terkait posisi yang seharusnya dimainkan Trump di partai itu.

Dalam sidang pemakzulan tujuh senator Republik memilih menghukum Trump karena pasal “menghasut” sehingga menyebabkan penyerangan ke Capitol 6 Januari. Hal tersebut akhirnya mendorong sidang Trump di Senat berlanjut dan berakhir dengan perhitungan suara.

Sebenarnya dalam perhitungan suara Senat, suara yang memilih pemakzulan Trump memang lebih banyak. Namun karena tak memenuhi kuorum, alias di bawa dua pertiga dari majelis, Trump tetap bebas.

Sementara itu, McConnell sesungguhnya memilih Trump tidak bersalah dalam sidang pemakzulan. Namun ia memang mengecam tindakan Trump yang mengarahkan kerusuhan di Capitol.

“Secara praktis dan moral (Trump) bertanggung jawab untuk memprovokasi serangan itu,” ujar dia di Senat beberapa menit setelah persidangan selesai.

Hal ini didukung dengan tulisan opininya, yang dimuat di harian AS, Wall Street Journal. Ia menulis “mengecam perilaku tidak masuk akal Trump selama ini”.

Trump sendiri menyebut kehadiran McConnell di Republik akan menyebabkan kerugian partai. Menurutnya pria itu hanya bertindak seperti “business as usual”.

“Dia tidak akan pernah melakukan apa yang perlu dilakukan, atau apa yang benar untuk Negara kita,” kata Trump tentang McConnell.

“Jika perlu dan sesuai, saya akan mendukung rival utama yang mendukung Making America Great Again (MAGA/tagline kampanye Trump) dan kebijakan America First.”

Trump menjadi sebagian kecil dari Presiden AS yang hanya sekali menjabat sebagai Presiden, 2017 hingga 2020. Ia menyalahkan McConnell, menyebutnya kehilangan kendali Senat dengan mendorong stimulus pembayaran yang lebih kecil untuk bantuan virus corona warga.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)