IHSG Nyungsep 4 Hari, Ternyata Asing Obral 15 Saham Blue Chip

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta,  Indonesia – Bank-bank berkapitalisasi pasar besar di atas Rp 100 triliun (big cap) masih ramai dilepas investor asing pada perdagangan Kamis kemarin (25/3/2021) mulai dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Tekanan jual asing yang juga terjadi di saham blue chip (unggulan) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini memberikan tekanan bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan kemarin, indeks acuan BEI ini kembali merosot di zona merah, melanjutkan pelemahan sejak 3 hari sebelumnya.

Data BEI mencatat, IHSG turun 0,54% ke posisi 6.122,87 pada penutupan sesi II perdagangan kemarin.

Menurut data BEI, ada 149 saham naik, 343 saham merosot dan 146 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,46 triliun dan volume perdagangan mencapai 17,41 miliar saham.

Baca:

Penasaran Kenapa IHSG Ambruk 4 Hari Beruntun? Masuk Sini Gan!

Dengan demikan sudah 4 hari beruntun IHSG ambruk parah tanpa ada perlawanan. IHSG terkoreksi sejak perdagangan awal pekan Senin (22/3/21). Hanya dalam 4 hari perdagangan IHSG ambruk dari level 6.356,16 ke level 6.122,87 atau koreksi 3,68%.

Minat investor bertransaksi selama 4 hari ini juga tergolong kecil dengan nilai transaksi sebesar Rp 42,4 triliun atau rata-rata Rp 10,6 triliun per hari selain itu terpantau investor asing juga menjual bersih Rp 853 miliar di pasar reguler selama 4 hari atau rata-rata penjualan Rp 213 miliar per hari.

Khusus perdagangan kemarin, asing keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing (net sell) mencapai Rp 333,25 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih (net buy) di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 14,35 miliar.

Berikut saham-saham yang dilepas asing di pasar reguler pada perdagangan Kamis kemarin.

15 Top Net Foreign Sell (Reguler), Kamis (25/3)

1. Bank Central Asia (BBCA), net sell Rp 212 M, saham -1,09% Rp 31.850

2. Bank BRI (BBRI), Rp 56 M, saham -1,07% Rp 4.620

3. Indofood CBP (ICBP), Rp 54 M, saham -3,24% Rp 8.950

4. Bank Mandiri (BMRI), Rp 51 M, saham -0,39% Rp 6.400

5. Astra (ASII), Rp 49 M, saham flat Rp 5.450

6. Indofood Sukses (INDF), Rp 33 M, saham -1,49% Rp 6.625

7. Bank Negara Indonesia (BBNI), Rp 31 M, saham -0,84% Rp 5.900

8. Bukit Asam (PTBA), Rp 22 M, saham -1,82% Rp 2.690

9. Adaro (ADRO), Rp 16 M, saham -1,63% Rp 1.205

10. Semen Indonesia (SMGR), Rp 11 M, saham -2,17% Rp 11.275

11. Charoen Pokphand (CPIN), Rp 10 M, saham +1,11% Rp 6.850

12. Media Nusantara (MNCN), Rp 6 M, saham -0,98% Rp 1.015

13. Mitra Adiperkasa (MAPI), Rp 5,9 M, saham -2,58% Rp 755

14. Bank Jago (ARTO), Rp 5,9 M, saham -1,57% Rp 9.425

15. Ciputra Development (CTRA), Rp 5 M, saham flat Rp 1.110

Mengacu data BEI, di tempat pertama, BBCA dilepas asing dengan nilai terbesar Rp 212 miliar dalam sehari. Sepekan asing sudah keluar dari saham bank Grup Djarum ini Rp 921 miliar di pasar reguler. Sebulan terakir asing keluar Rp 1,4 triliun.

Kemarin, nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 758 miliar dengan volume perdagangan 23,8 juta saham. Kapitalisasi pasar BCA terbesar di BEI yakni menembus Rp 785 triliun.

NEXT: Ada Apa dengan Bank BRI

Baca:

Perusahaan Luhut Bangun 2 Mini Hidro di Lampung