Jadi Presiden Baru AS, Ini Dia Sepak Terjang Joe Biden

Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden and his wife Jill Biden wave to supporters, Tuesday, Nov. 3, 2020, in Wilmington, Del. (AP Photo/Andrew Harnik)

Jakarta, – Masyarakat Amerika Serikat (AS) kini mendapatkan presiden dan wakil presiden baru setelah hampir seminggu melakukan penghitungan surat suara. Mereka adalah Joe Biden dan pasangannya, Kamala Harris.

Pasangan Joe dan Harris dari Partai Demokrat memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS), mengalahkan petahana Donald John Trump dan Michael Richard Pence dari Partai Republik dengan 290 versus 214 suara elektoral (electoral votes) pada Minggu (8/11/2020) pagi.

Lalu siapakah Joe Biden?

Joseph Robinette Biden Jr. atau biasa disebut Joe Biden adalah seorang politikus yang sempat menjabat sebagai wakil presiden ke-47 AS dalam pemerintahan presiden ke-44 Barack Hussein Obama II dari 2009 hingga 2017.

Pria kelahiran Kota Scranton, Pennsylvania pada 20 November 1942 ini juga seorang anggota Partai Demokrat, yang sempat menjabat sebagai Senator Amerika Serikat untuk Delaware dari tahun 1973 hingga 2009. Sebagai catatan, di Pennsylvania, Biden juga menang tipis atas Trump.

Tak hanya menjadi nominasi presiden tahun 2020, Biden yang kini berusia 77 tahun juga sempat mewakili Partai Demokrat untuk presiden pada tahun 1988 dan 2008 lalu.

Baca:

Raih 290 Electoral Votes, Joe Biden Menangi Pilpres AS

Dilansir New York Times, Biden telah mengabdi dalam kehidupan publik selama sekitar setengah abad, menekankan pengalaman pemerintahannya, dan selalu berusaha untuk menempatkan dirinya sebagai seseorang yang berpengalaman dalam dunia yang berbahaya dan tidak pasti.

Ketika wabah virus corona (Covid-19) terjadi, Biden dengan cepat merumuskan rekomendasi berdasarkan pada saran dari para ahli kesehatan dan ekonomi. Saran tersebut termasuk membuat tes virus corona dapat diakses secara luas dan gratis.

Ia mengatakan seharusnya tidak ada biaya yang dikeluarkan sendiri bagi pasien untuk menerima vaksin. Ia juga sangat kritis terhadap tanggapan Presiden Trump dalam menangani virus corona, dan mengatakan Trump bereaksi terlalu lambat atas krisis tersebut.

Biden juga menjabat sebagai wakil presiden dalam pemerintahan Obama selama pengesahan Undang-Undang Perawatan Terjangkau, dan perawatan kesehatan tetap menjadi prioritas utama baginya, sebagaimana dilaporkan The New York Times.

Ada alasan pribadi mengapa ia sangat mengutamakan kesehatan masyarakat: Biden sempat kehilangan istri pertama Neilia Hunter dan bayi perempuannya, Naomi, dalam kecelakaan mobil pada tahun 1972, dan pada tahun 2015, putranya Beau Biden meninggal karena kanker otak.

Perawatan kesehatan, katanya dalam iklan televisi, adalah “pribadi” baginya. Dia mendukung penambahan opsi publik ke Affordable Care Act, tetapi menentang “Medicare for all” yakni ukuran pembayar tunggal yang dianjurkan oleh beberapa progresif di partainya, termasuk Senator Bernie Sanders.

Biden, yang bertugas selama beberapa dekade di Senat, sangat percaya pada nilai bipartisan dan bersikeras memperluas tawaran kepada Partai Republik bahkan di saat banyak di partainya sendiri tidak melihat mitra negosiasi di sisi lain.

Sebagai mantan ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, dia juga berbicara dengan penuh semangat tentang menegaskan dan mempertahankan peran Amerika sebagai pemimpin di panggung global.

Dengan kemenangannya ini, Biden akan menjadi Presiden AS tertua dalam sejarah pada pelantikannya, pada usia 78 tahun.

Mengalahkan Trump yang saat ini berusia 74 tahun, dan akan menjadi presiden tertua jika dia memenangkan masa jabatan kedua.

Baca:

Tangan Kanan Trump Positif Covid-19

[Gambas:Video ]

(tas/tas)