Jangan Nekat, Saat Pandemi Wajib Siapkan Dana Darurat

Financial planning

Jakarta, – Di masa sulit akibat pandemi Covid-19, merencanakan keuangan menjadi hal yang juga tak kalah penting.

Perencana Keuangan yang juga CEO ZAP Finance, Prita Ghozie Hapsari, menuturkan beberapa tips bagaimana mengelola keuangan di masa krisis seperti sekarang ini.

Prita menjelaskan, di tengah kondisi krisis sekalipun, kebutuhan akan hidup terus berjalan. Karenanya, perlu adanya perencanaan keuangan dengan bijak.

“Kita harus mengerti tujuan keuangan yang terus ada walau masa krisis terus berjalan,” kata Prita, dalam seminar Tips Mengelola Keuangan saat Krisis secara daring, Jumat (23/10/2020).

Baca:

Siap-siap! Sisa 2 Bulan, 17 Perusahaan Antre IPO di Bursa RI

Ada tiga hal yang ditekankan Prita dalam mengatur keuangan di saat pandemi. Pertama adalah memperbesar porsi saving, dalam hal ini dana darurat harus disiapkan. Idealnya, dana darurat itu sebanyak 12 kali dari pengeluaran bualanan rutin.

Selain itu, pinjaman seharusnya tidak boleh lebih dari 30% penghasilan.

Kedua, tetap melakukan investasi. Ada beberapa produk yang bisa dijadikan acuan berdasarkan jangka waktunya.

Bagi tujuan investasi jangka pendek dan menengah, produk reksa dana pasar uang bisa dijadikan pilihan.

Baca:

Dolar AS Gak ‘Tahan Lama’, Harga Emas Siap Terbang Lagi

Selanjutnya, untuk tujuan investasi jangka panjang bisa melalui reksa dana pendapatan tetap (RDPT) atau surat utang negara (SUN) atau sukuk ritel yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder, yakni ORI atau Sukuk Ritel.

“Untuk kebutuhan investasi jangka panjang, ini waktu tepat beli saham, tapi cari yang benar [fundamentalnya] bukan spekulasi sesaat,” katanya lagi.

Terakhir, sambung Prita adalah dengan membeli produk asuransi yang sifatnya proteksi, terutama asuransi kesehatan.

“Protection sangat penting di saat pandemi mau nekat ga punya asuransi atau BPJS kesehatan, jangan, kita gak pernah tahu kapan bisa kena musibah sakit,” jelasnya.

[Gambas:Video ]

(hps/hps)