Jreng! Erdogan Beri Selamat ke Biden Tapi Makasihnya ke Trump

Turkish President Recep Tayyip Erdogan speaks to reporters before departing for a visit to Ukraine, in Istanbul, Monday, Feb. 3, 2020. Turkey hit targets in northern Syria, responding to shelling by Syrian government forces that killed at least four Turkish soldiers, the Turkish president said Monday. A Syrian war monitor said six Syrian troops were also killed.(Presidential Press Service via AP, Pool)

erdoganJakarta, –¬†Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi selamat kepada Joe Biden atas kemenangannya dari petahana Donald Trump di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Ia pun meminta hubungan yang lebih erat antar kedua negara.

Pernyataan ini datang setelah sejumlah media asing menyoroti dirinya yang tak segera mengucapkan dukungan ke mantan Wakil Presiden AS era Barrack Obama itu. Di mana kedekatannya dengan Trump disorot.

Baca:

Cerita Mark Esper Dipecat Trump Padahal Baru Ketemu Prabowo

“Saya mengucapkan selamat kepada Anda (Biden) atas keberhasilan pemilihan dan menyampaikan keinginan tulus saya untuk perdamaian dan kesejahteraan rakyat AS,” ujarnya dalam pernyataan resmi dikutip AFP, Selasa (10/2/2020) sore waktu setempat.

Meski demikian, ia pun mengirim pesan khusus ke Trump. Pesan ini berupa ucapan terima kasih.

Baca:

Erdogan Was-was Biden Jadi Presiden AS, Kok Bisa?

“Tidak peduli bagaimana hasil resmi pemilihan umum disertifikasi … terima kasih atas persahabatan hangat selama masa jabatan empat tahunnya,” tulis AFP mengutip pernyataan Erdogan lagi.

Meski banyak yang menilai Erdogan dan Trump dekat, sebenarnya, hubungan Ankara dan Washington di era Trump tidak terlalu manis. Keduanya juga mengalami ketegangan.

Seperti soal dukungan AS ke milisi Kurdi di Suriah yang dipandang Turki ancaman berat. Masalah lainnya adalah pembelian senjata Turki atas sistem pertahanan Rusia yang membuat berang AS & NATO.

Perlu diketahui Turki adalah anggota NATO. Sehingga membeli sistem militer Rusia adalah hal yang mencoreng organisasi itu.

Keduanya juga tegang soal penolakan AS untuk mengekstradisi seorang ulama Muslim. Ulama itu disalahkan Erdogan karena melakukan kudeta 2016 yang gagal.

Sementara itu, Biden selama ini juga dikenal kerap mengkritik pemimpin Turki itu. Ia mengatakan Washington perlu berani untuk menghadapi dan ‘mengalahkan’ Erdogan.

Komentar itu, sempat membuat Juru bicara Erdogan berang. Pernyataan Biden disebut ‘tidak tahu, sombong dan munafik’.

(sef/sef)