Jakarta () – Duo musisi asal Yogyakarta yaitu Kakung Triadmojo dan Arman Harjo yang tergabung dalam Langit Sore menghadirkan video klip terbaru mereka berjudul "Mencintai Tak Direstui" untuk menutup rangkaian trilogi film pendek "Rumit the Series".

Dalam single terbaru itu Langit Sore ingin "larut" bersama para pejuang restu dimanapun berada yang pernah berjuang atau sedang memperjuangkan cintanya untuk mendapatkan restu dari orang tua.

"'Mencintai Tak Direstui' dan Short Movie 'Rumit The Series' menjadi kebanggaan dan kebahagian luar biasa untuk Langit Sore," kata Kakung dalam keterangannya, Rabu.

Langit Sore menampilkan suasana sore di selatan Yogyakarta, dengan pantai yang indah dengan sepasang kekasih yang serasa dunia milik mereka berdua. Namun justru kenyataan pahitlah yang harus mereka rasakan bahwa hubungan cinta mereka harus dipisahkan oleh restu.

Membuka Video Klip ini dengan salah satu dialog dalam “Rumit The Series” seketika memberi rasa penasaran kepada penonton mengenai kelanjutan dari film pendek itu.

Sementara dari segi lagu, harmonisasi dengan visual dipadukan dengan alunan string dan piano memberi kesan yang sangat dalam di bagian pembuka.

Produser untuk Langit Sore yaitu Sasi Kirono menyuguhkan komposisi aransemen yang dapat menyayat hati sesuai dengan situasi hati yang sedang patah, atau terasa sejalan dengan pengalaman pendengar mengingat kenangan pahit yang pernah terjadi di masa lalu.

Anggota grup Langit Sore lainnya yaitu Arman Harjo yang berperan penting menuliskan lirik lagu dalam "Mencintai Tak Direstui" juga berperan dengan sangat baik dengan memberikan kesan to the point di lirik pembukanya.

”Untuk menutup trilogi rumit ini pengen yang sakitnya maksimal, jadinya gitu deh.” ujar Arman menggambarkan pembukaan yang menggambarkan kesedihan orang yang patah hati.

Duo yang mengusung genre Pop manis dengan sentuhan Rap puitis itu sudah meluncurkan video klipnya di kanal YouTube mereka "Langit Sore Official" sementara untuk film pendek “Rumit The Series” akan dirilis pada akhir September 2021.

 

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021