Jakarta () – Pada tahun lalu, seluruh live konser musik di penjuru dunia padam sejak pandemi COVID-19 melanda. Pada saat itu, para musisi yang sudah berencana melakukan tur atau konser keliling kota dan negara terpaksa harus ditunda atau dibatalkan. 

Beberapa bulan belakangan, di sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan sosial COVID-19 menyusul peningkatan jumlah orang yang telah divaksinasi dan penurunan kasus positif.

Sejak saat itu, konser musik tatap muka mulai bergeliat perlahan-lahan. Sebagian konser masih dilakukan dalam kapasitas penonton yang sedikit, tetapi sebagian ada pula yang menggelar konser berkapasitas besar–setidaknya untuk ukuran “normal” saat pandemi.

Berikut adalah lima konser besar yang diadakan secara tatap muka pada tahun ini, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Konser “Permission to Dance On Stage” – BTS (27-28 November & 1-2 Desember)

BTS saat tampil di Konser “Permission to Dance On Stage”. (twitter.com/bts_bighit)

“Permission to Dance On Stage” menjadi konser offline pertama BTS sejak konser terakhir mereka pada 2019 yang bertajuk “BTS World Tour Love Yourself: Speak Yourself The Final”.

Konser BTS ini merupakan satu konser terlaris pada tahun ini yang telah menarik ratusan penonton dari seluruh dunia ke SoFi Stadium, Los Angeles, Amerika Serikat, terutama semenjak pelonggaran pandemi COVID-19.

Menurut Billboard Boxscore, konser ini berhasil meraup 33,3 juta dolar AS dari total penjualan tiket dengan sebanyak 214.000 tiket. Angka penjualan tiket tersebut beda tipis dengan rekor pencapaian Roger Waters yang memperoleh 38 juta dolar AS untuk pertunjukannya di Estadio River Plate, Buenos Aires, pada 2012.

Dalam pertunjukan BTS kali ini, hadir pula bintang tamu kenamaan Megan Thee Stallion dan Coldplay yang semakin memeriahkan panggung SoFi Stadium.

Setelah konser live di LA, BTS berencana akan akan melanjutkan rangkaian konser live terbarunya di Seoul pada Maret 2022.

Baca juga: BTS sukses gelar konser luring pertama di LA

Baca juga: The Rolling Stones tak nyanyikan "Brown Sugar" terkait isu perbudakan

2. Tur “No Filter” – The Rolling Stones (September – November)

The Rolling Stones memulai tur AS mereka, sebulan setelah kematian drummer Charlie Watts, di St. Louis, Missouri, AS, pada 26 September 2021. (REUTERS/Lawrence Bryant)

Rangkaian tur “No Filter” dari The Rolling Stones belum lama ini selesai di AS pada November. Tur tahun ini bermula pada 20 September untuk pertunjukan pribadi di Stadion Gillette, Foxborough, dan berakhir pada 23 November di Hard Rock Live, Hollywood.

Tur “No Filter” tahun ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan tanpa kehadiran Charlie Watts yang meninggal pada Agustus.

“No Filter” telah dimulai pada 9 September 2017 di Hamburg, Jerman. Semula direncanakan berakhir pada 2020, namun ditunda karena pandemi COVID-19.

Menurut Billboard Boxscore, total penjualan tiket tur yang dimulai di Gillette Stadium mencapai 130,9 juta dolar AS untuk 14 kali pertunjukan terakhir, dengan 577.000 tiket yang berhasil terjual.

Boxscore juga melaporkan tur ini menyumbang total pendapatan kotor sebesar 546,5 juta dolar AS dan penjualan 2,9 juta tiket jika dikalkulasikan sejak tahun 2017.

3. Tur “Love On Tour” – Harry Styles (September – November)

Harry Styles saat tampil di "Harryween Fancy Dress Party" di Madison Square Garden, AS, pada 31 Oktober 2021. (/HO-Kevin Mazur/Getty Images)

“Love On Tour” merupakan tur konser kedua penyanyi asal Inggris Harry Styles yang digelar untuk mempromosikan album studio keduanya yang bertajuk “Fine Line” (2019).

Semula tur ini direncanakan berjalan pada 2020, namun ditunda karena adanya pembatasan sosial pandemi COVID-19 yang saat itu baru muncul pada Maret.

Tur akhirnya dimulai kembali pada 4 September di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, dan berakhir pada 28 November di Arena UBS, New York.

“Love On Tour” meraup total pendapatan kotor 94,7 juta dolar AS dan menjual 719.060 tiket dalam 42 kali pertunjukan di AS saja.

Baca juga: Konser Harry Styles raup Rp1,3 triliun, Rp14,3 miliar disumbangkan

Baca juga: Usai tunangan, Ricky Martin rencanakan konser di Vegas

4. Tur konser Enrique Iglesias & Ricky Martin (September – November)

(Dari kini ke kanan) Enrique Iglesias dan Ricky Martin saat menghadiri konferensi pers "Enrique Iglesias & Ricky Martin" di The London West Hollywood Hotel pada Rabu, 4 Maret 2020, Hollywood, AS. (/HO-Willy Sanjuan/Invision/AP)

Penyanyi asal Spanyol Enrique Iglesias dan artis Puerto Rico Ricky Martin mengadakan konser bersama pertama mereka yang dimulai pada September.

Tur dimulai di MGM Grand Garden Arena, Nevada, pada 25 September 2021 dan berakhir di Staples Center, Los Angeles, pada 20 November 2021.

Tur duet superstar musik Latin ini telah meraup pendapatan sekitar 19,2 juta dolar AS dengan total penonton yang hadir sebanyak lebih dari 177.000 dari 15 kali pertunjukan yang dilaporkan pada 2021.

Iglesias merupakan salah satu penyanyi asal Spanyol yang terlaris dekade ini dan berhasil menembus pasar musik berbahasa Inggris arus utama.

Di bawah label rekaman Sony Music Latin ia merilis lagu berbahasa Spanyol dan RCA Records dalam bahasa Inggris. Debut albumnya dimulai pada 1995 dengan judul sama seperti namanya, “Enrique Iglesias”.

Di ajang penghargaan MTV India Awards, Iglesias bahkan dinobatkan sebagai “King of Latin Pop” dan telah memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk American Music Awards, Grammy, dan Latin Grammy Awards.

Martin juga dijuluki sebagai “King of Latin Pop” atau kadang-kadang disebut “Latin Pop God” dan “Latin Music King”. Ia juga merupakan salah satu penyanyi Latin terlaris sepanjang masa. Martin memulai debut album berjudul sama seperti namanya pada 1991.

5. Tur “The Last Domino?” – Genesis (September – masih berlanjut pada 2022)

Foto anggota band Genesis diambil pada 4 Maret 2020 ini. (Dari kiri ke kanan), Mike Rutherford, Tony Banks, dan Phil Collins berpose untuk foto saat wawancara di London. Band rock Inggris kembali ke AS untuk tur pertama mereka dalam 14 tahun. Ketiganya mengumumkan tur "The Last Domino?" pada Kamis, 29 April 2021, yang akan dimulai di Chicago pada 15 November. (AP Photo/Frank Augstein, File)

Tur “The Last Domino?” pada awalnya dijadwalkan sekitar November atau Desember 2020, namun ditunda akibat pandemi. Tur ini direncanakan terdiri dari 47 pertunjukan di seluruh Eropa dan Amerika Utara, yang telah dimulai pada 20 September di Utilita Arena Birmingham, Inggris, dan akan berlanjut hingga 2022.

Meski telah mulai berjalan sebagian pada tahun ini, namun rangkaian tur “The Last Domino?” tak semulus seperti yang direncakan karena beberapa kali mengalami pembatalan pertunjukan, termasuk pada 15 September di Irlandia karena pembatasan di tengah pandemi yang masih berlangsung dan pada 8 Oktober di Skotlandia karena seorang personel positif COVID-19.

“The Last Domino?” menandai “comeback” tur yang pertama setelah band rock asal Inggris itu tampil dalam tur “Turn It On Again” pada 2007. Nama tur ini diambil dari lagu Genesis yang berjudul “Domino” dari album “Invisible Touch” (1986).

Hingga 2021, Genesis telah menjual total sekitar 134.323 tiket konser dengan pendapatan kotor sekitar 23,7 dolar AS dari 24 kali pertunjukan.

Baca juga: Kondisi pandemi jadi penentu arah tren konser musik di tahun 2022

Baca juga: Rock in Solo akan hadirkan kolaborasi musik cadas dengan gamelan Jawa

Baca juga: Adele akan konser di Hyde Park London pada 2022

Oleh Rizka Khaerunnisa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © 2021