Lima Roket Serang Pangkalan Militer Irak yang Dihuni Warga AS

Serangan terhadap Kedutaan Besar AS mengekspos pelebaran kesenjangan AS-Irak terhadap Iran. ( (AP Photo/Nasser Nasser)

Jakarta, – Sebanyak lima roket menyerang pangkalan udara militer Irak di Kota Balad, utara Baghdad pada Minggu (18/4/2021) waktu setempat. Pangkalan tersebut merupakan lokasi yang menampung kontraktor Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, pihak militer Irak mengatakan insiden hantaman roket Katyusha tersebut melukai dua anggota tentara mereka.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim serangan itu. Namun, menurut beberapa pejabat Irak, kelompok bersenjata yang didukung oleh Iran telah mengklaim insiden serupa di masa lalu.

Serangan terakhir di pangkalan itu terjadi pada 4 April lalu, dengan dua roket jatuh di daerah yang berpenduduk jarang.

Sebelumnya, seorang tentara Turki tewas dan seorang anak terluka dalam serangan tiga roket yang mengincar pangkalan militer Turki di wilayah Bashiqa, Irak utara pada Rabu (14/4/2021) lalu. Kementerian Pertahanan Turki menyebut kejadian terjadi di Bashiqa, di luar kota Modul.

Dilaporkan satu roket mengenai pangkalan, sementara dua roket lainnya jatuh ke desa terdekat dan melukai bocah tersebut. Tentara Turki disebut telah mengerahkan drone pengintai untuk mensurvei area itu.

Baca:

Mr Erdogan Gimana? Roket Tembak Markas Militer Turki di Irak!

Sementara itu, di hari yang sama serangan drone terjadi lagi di markas pasukan Amerika Serikat, dekat bandara Arbil, ibu kota Kurdistan, Irak. Belum ada yang mengkonfirmasi serangan meski biasanya tudingan diarahkan ke milisi Irak pro Iran.

Insiden itu adalah serangan pertama yang dilakukan oleh pesawat tak berawak terhadap pasukan AS di Erbil. Ini terjadi di tengah aliran serangan roket di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika dan kedutaan besar AS di Baghdad, yang dituding Washington pada milisi yang didukung Iran.

Sesaat sebelum serangan di Erbil, para pejabat Irak mengatakan setidaknya dua roket telah mendarat di dan dekat pangkalan di barat kota yang menampung pasukan Turki.

Kementerian luar negeri Turki kemudian mengatakan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu berbicara dengan Perdana Menteri Kurdi Irak Masrour Barzani. Diketahui Barzani telah memberi tahu Cavusoglu tentang serangan di Erbil dan Bashiqa, dan menyampaikan belasungkawa atas kematian tentara tersebut.

[Gambas:Video ]

(mij/mij)