Maaf Kabar Buruk, Amerika Serikat Resmi Resesi!

The rising full moon shines behind the Statue of Liberty, Monday evening, March 9, 2020, in New York City. (AP Photo/J. David Ake)

Jakarta, – Amerika Serikat resmi masuk ke jurang resesi. Pasalnya, ekonomi di kuartal III (Q3) secara basis tahunan (yoy) kembali berkontraksi.

Berdasarkan data US Berau of Economic Analysis, AS mencatat ekonomi -2,9%. Sebelumnya di kuartal II (Q2) 2020, ekonomi juga -9%.

Baca:

Mata Uang Asia Kompak ‘Hajar’ Dolar AS, Rupiah Cuma Nonton

Sebenarnya dalam ekonomi tidak ada patokan yang pasti dalam pendefinisian resesi. Indikator resesi yang paling umum dipakai sampai saat ini adalah kontraksi PDB riil dua kuartal berturut-turut yang diajukan oleh ekonom Julius Shiskin pada 1974 silam.

National Bureaus of Economic Research (NBER) AS memiliki definisi lain yang lebih komprehensif dalam memandang resesi. Versi NBER resesi adalah penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh ekonomi, berlangsung lebih dari beberapa bulan, biasanya terlihat dalam PDB riil, pendapatan riil, lapangan kerja, produksi industri, dan penjualan grosir-eceran.

Baca:

Alamak! Harga Emas Dunia Diramal Ambles Lagi ke US$ 1.700-an

Meski begitu, ada kabar baik. Jika melihat data dalam basis kuartalan (qtq), ekonomi AS di Q3 2020 ini menunjukan pertumbuhan signifikan. Di mana ekonomi berekspansi 33,1%.

Padahal di Q2 dalam basis yang sama, ekonom -31,4%. Sementara di Q1 2020, ekonomi -5%.

“Ini adalah ekspansi terbesar yang pernah ada, setelah rekor penurunan di Q2,” tulis Trading Economics.

Lonjakan pengeluaran pribadi menjadi pendorong utama pertumbuhan. Ini terjadi akibat bantuan cek yang digelontorkan pemerintah dan tunjangan pengangguran mingguan.

Pertumbuhan juga mencerminkan peningkatan dalam investasi persediaan swasta, ekspor, investasi tetap non-residensial, dan investasi tetap residensial. Namun prospek PDB masih tidak pasti terutama Q4 dan 2021 karena pandemi yang jauh dari terkendali dan vaksin yang tak siap.

Berdasarkan data Worldometers, AS mencatat penambahan 82.003 kasus baru kemarin. Ini menjadikan kasus corona total menjadi 9.203.240.

Sementara jumlah kasus meninggal baru bertambah 952 orang. Artinya dari awal pandemi masuk, sudah 234.0832 warga AS meninggal karena Covid-19.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)