Main Saham Ini Bisa Pingsan, Sepekan Ambles 28%

Laju bursa saham domestik langsung tertekan dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020) usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin pekan depan.

Sontak, investor di pasar saham bereaksi negatif. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 4% ke level 4.920,61 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 430,47 miliar sampai dengan pukul 10.18 WIB.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, – Di tengah reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini sebesar 2,58% atau 126,9 poin ke level 5.035,663, saham-saham lapis kedua dan ketiga ini terjerembab ke jajaran top loser.

Menurut data RTI, dua dari lma saham yang pekan ini masuk jajaran lima besar karena membukukan koreksi terbesar bergerak di sektor perdagangan. Sisanya adalah saham sektor properti, transportasi, dan manufaktur.

Saham PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) yang bergerak di sektor properti mencatatkan koreksi terbesar sepanjang pekan ini, yakni sebesar 28% ke Rp 59 per unit saham. Efek Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) tidak banyak mempengaruhi kinerjanya karena tak memiliki proyek apartemen.

Baca:

Omnibus Law Diteken, Saham Ini Cuan & Jadi Top Gainers

Saham PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) menyusul di posisi kedua dengan koreksi sebesar 16,8% ke Rp 188 per unit, diikuti saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang melemah 15,4% ke Rp 264 per saham.

Saham DEAL tertekan di tengah efek pandemi yang memperlambat aktivitas pengangkutan, sama halnya dengan saham FIRE yang juga bergerak di sektor perdagangan.

Hal ini sejalan dengan laporan Kementerian Keuangan yang menyebutkan bahwa sektor yang paling terganggu oleh corona adalah transportasi, manufaktur, perdagangan, dan akomodasi (perhotelan serta restoran).

Baca:

Efek Omnibus Law Ampuh ke Saham, Tapi ‘Nothing’ ke SBN?

TIM RISET

[Gambas:Video ]

(ags/ags)